2 Maret 2012 - 18:19
Kode berita: 300139
Menyikapi kebiadaban militer AS yang secara keji telah melakukan penghinaan terhadap kitab suci umat Islam, Ayatullah Makarim Syirazi, Ayatullah Nuri Hamdani dan Ayatullah Subhani mengecam keras tindakan tersebuti.
Menurut Kantor Berita ABNA, penghinaan terhadap kesucian Al-Quran oleh pihak militer AS di Afghanistan menyebabkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Tidak terkecuali para ulama marja taqlid seperti Ayatullah Makarim Syirazi, Ayatullah Nuri Hamdani dan Ayatullah Ja'far Subhani di kota suci Qom Iran turut memberikan reaksi dan mengecam keras tindakan biadap terhadap Al-Quran tersebut.
Kritikan Ayatullah Al-Uzma Makarim terhadap sikap Arab Saudi yang masih berdiam diri
Ayatullah Al-Uzma Nasir Makarim Syirazi dalam pengajian Bahtsil Kharij Fiqh di Masjid A'zam, Qom menyatakan, "Di awal bulan, oleh beberapa tentara AS di Afghanistan telah berbuat nista terhadap beberapa mushaf Al-Qur'an dengan membakarnya. Herannya, beberapa pemimpin negara-negara muslim telah mengutuk perbuatan ini, namun kita tidak melihat Arab Saudi mengeluarkan kecaman apapun."
Beliau berkata, "Pejabat-pejabat AS termasuk presidennya telah menyatakan permohonan maaf, karena melihat reaksi umat Islam berbahaya bagi mereka. Namun apalah arti sekedar meminta maaf?. Rakyat Afghanistan masih terus berunjuk rasa menuntut pembalasan yang setimpal atas pelaku penghinaan tersebut."
Ulama Marji Taqlid yang bermukim di Qom tersebut lebih lanjut menjelaskan, "Masalah ini telah menyebabkan kemarahan rakyat Afghanistan dan mereka bertekad untuk mengusir militer AS dari negeri mereka."
"Kita mengecam keras penghinaan militer AS tersebut dan kita turut mengecam pula negara-negara muslim yang hanya berdiam diri dalam menghadapi aksi ini." tegasnya.
Ayatullah Makarim Syirazi selanjutnya menegaskan, "Kehadiran orang-orang asing di dalam Negara-negara muslim telah banyak menimbulkan persoalan termasuk penentangan mereka terhadap Islam dan sikap-sikap mereka yang menghina ajaran mulia ini."
Kecaman Keras Ayatullah Al-Uzma Nuri Hamdani
Ayatullah Al-Uzma Husain Nuri Hamdani turut pula mengecam penghinaan terhadap Al-Quran dan meminta warga muslim untuk melakukan pengecaman serupa.
Beliau berkata, "Oleh karena kejadian tersebut bukan yang pertama kali, maka hendaknya kita menyikapi ini dengan lebih tegas."
Marja Taqlid tersebut mengatakan Al-Quran bukan hanya kitab suci pengikut mazhab Ja'fari sahaja, namun bagi seluruh umat Islam. Oleh karena itu seluruh umat Islam hendaklah bertindak menentang penghinaan tersebut dan menyatakan protes mereka.
Guru Besar Hauzah Ilmiyah Qom tersebut lebih lanjut menegaskan pelaku penghinaan Al-Quran tersebut perlu segera mendapatkan hukuman setimpal. Beliau menyatakan, "Rakyat Iran perlu mengeluarkan kecaman dalam hal ini, dan menyatakan sikap tegas."
Ucapan Ayatullah Al-Uzma Ja'far Subhani
Ayatullah Al-Uzma Ja'far Subhani di dalam kuliah Dars Kharijnya mengecam keras kebiadaban militer AS yang telah melakukan pelecehan terhadap Al-Quran sambil mengatakan, "Barangsiapa yang melakukan amalan keji tersebut bukanlah orang beragma, bukan dari kalangan muslim maupun Kristiani melainkan mereka adalah musuh kemanusiaan."
Beliau menambahkan, "Pemilik sejati Al-Quran adalah Allah Swt, dan yakinlah bahwa pelaku aksi keji tersebut akan mendapat balasan yang amat pedih dari Allah Swt kelak."
Dunia Islam Bangkit Menentang Penghinaan terhadap Al-Quran
Jami'ah Modarresin Hauzah Ilmiyah Qom mengeluarkan pernyataan mengecam penghinaan terhadap kesucian Al-Quran tersebut sambil meminta seluruh umat Islam dan alim ulama menjaga persatun dan persaudaraan dalam menghadapi penghinaan tersebut dengan tidak berdiam diri dan menyatakan ketegasan mereka.
Ini dari pernyataan Jami'ah Modarresin Hauzah Ilmiyah Qom menyatakan, "Berita penghinaan terhadap kesucian Al-Quran oleh militer AS di Afghanistan sangat menyanyat hati, yang memicu kemarahan umat Islam sedunia."
Tambahan dari pernyataan tersebut, "Al-Quran adalah kitab suci seluruh umat Islam dan merupakan sumber pendidikan bagi ruhani, pedoman untuk semua dan mengangkat kesucian fitrah manusia."
Jami'ah Modarresin menjelaskan, "Sudah jelas kepada semua bahwa penghinaan tersebut bersumber dari kebencian mereka terhadap Islam yang memerangi kekuasaan Zionis dan rezim Amerika. Rezim tersebut sudah bertahun-tahun melumuri tangan mereka dengan darah umat Islam yang ditindas di seluruh dunia seperti di Afghanistan. Apakah jawaban rezim penjajah tersebut terhadap penghinaan ini?"
Pembakaran Al-Quran Menjatuhkan Pengaruh Amerika
Jami'ah Al-Mustafa di Qom mengeluarkan pernyataan mereka bahwa, "Peristiwa pembakaran Al-Quran oleh militer AS yang menyakitkan umat Islam di pengkalan militer di Bakram Afghanistan menjatuhkan wibawa AS di mana katanya mereka membela hak asasi manusia, kebebasan beragama dan demokrasi telah membangkitkan kemarahan umat Islam dan penuntut kebebasan di seluruh dunia."
Setalah itu pernyataan tersebut mengatakan, "Al-Quran adalah kitab wahyu terakhir dan mukjizat besar Nabi penutup para rasul, lembaran-lembaran rahmat dan keadilan, perdamaian dan jalan pedoman yang paling jelas untuk manusia. Bukan saja untuk umat Islam, bahkan ia diperuntukkan juga untuk seluruh umat yang mencari kebenaran. Aksi penghinaan pasukan militer AS dalam pembakaran Al-Quran di pangkalan udara Bakram Afghanistan tidak hanya menghina Islam dan umatnya, bahkan ia juga merupakan penghinaan terhadap seluruh agama-agama didunia dan para penganutnya. Oleh karena itu kewajiban setiap orang dalam menyikapi kebiadaban tersebut adalah tidak dengan berdiam diri, ia harus mengecam dan menyatakan berlepas diri dari perbuatan tersebut."
Jami'ah Al-Mustafa Al-'Alamiyah menjelaskan, "Tidak diragukan lagi, tindakan keji dan biadab militer AS di Afghanistan ini disebabkan mereka tidak mampu meghadapi gelombang kebangkitan Islam dan tidak mampu menghalangi bertambahnya penduduk dunia yang menerima kitab suci dan wahyu ini. Hanya satu langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah kembalinya mereka melakukan hal yang serupa yakni mengusir dan mengeluarkan mereka dari Negara-negara muslim sebagaimana Irak telah berhasil melakukannya."
Kementerian Luar Iran Kutuk Penghinaan terhadap Al-Quran
Kementerian Luar Iran mengeluarkan pernyataan mengutuk penghinaan militer Amerika yang menghina Al-Quran sambil menegaskan betapa pentingnya mengeluarkan pelaku penghinaan tersebut dari Afghanistan.
Dalam pernyataan kementerian Luar ini, "Terjadi sekali lagi, pencemaran hak asasi manusia dan kesepakatan internasional oleh tentara AS di Afghanistan. Militer AS telah melakukan penghinaan atas kesucian umat Islam dengan membakar naskah-naskah Al-Quran."
"Ini bukanlah yang pertama kali militer AS menginjak-injak undang-undang internasional dan NATO di Afghanistan. Berulangnya aksi keji Amerika Serikat dengan serangan terhadap kesucian Islam akan menyebabkan kemarahan dunia."
"Pemerintah dan umat Islam Iran berharap rakyat Afghanistan menjalankan tanggung jawab terhadap semua urusan mereka dengan mengatasi masalah-masalah negara mereka di samping menyingkirkan kehadiran dan campur tangan asing di negeri mereka." Tegas Kementerian Luar Negeri Iran.