1 Februari 2012 - 20:30

"Kediktatoran tidak memiliki tempat dihati rakyat dibelahan dunia manapun. Rezim Ali Khalifah cepat atau lambat akan runtuh dan berakhir. Apa yang ia lakukan saat ini membuat siapapun yang masih memiliki hati merasa terluka dan sakit. Derita rakyat Bahrain adalan derita semua orang yang masih memiliki nurani dan mencintai kemanusiaan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Husain Nuri Hamadani Senin siang (30/1) dalam pertemuan dengan anggota kesatuan militer dalam menyambut peringatan hari syahadah Imam Hasan Askari as menyatakan, "Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa diakhir zaman kota suci Qom akan menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam ke seluruh dunia, dan tidak seorangpun yang tinggal di dunia kecuali mereka mendapatkan pengetahuan Islam dari Qom." Ulama marja taklid tersebut kemudian melanjutkan, "Saat ini kita bisa melihat terbuktinya nubuat Nabi tersebut, dengan adanya hubungan yang sangat erat antara Hauzah Ilmiyah Qom dengan para ulama agama dalam mengenal mazhab Ahlul Bait. Minat mengkaji agama dan kecintaan kepada mazhab suci ini disebarkan melalui aktivitas keruhaniaan dan keintelektualan di kota Qom." Selanjutnya Ayatullah Nuri Hamadani menyinggung penting dan urgennya mempelajari agama. "Hal pertama yang harus diketahui dalam mempelajari iman kepada agama Allah adalah mengenai pembahasan aqidah. Aqidah itu meliputi tauhid, keadilan Ilahi, kemaksuman utusan Allah dan masalah ma'ad. Kesemuanya itu berkaitan erat dengan iman kepada agama Allah SWT. Penguasaan atas ma'arif Islam ini harus benar-benar dimiliki oleh seorang muballigh untuk menjawab syubhat-syubhat dari paham-paham modern seperti sekularisme yang sedikit banyaknya dapat merusak pemahaman aqidah masyarakat." "Hal kedua yang harus dimiliki oleh seorang agamawan adalah akhlaqul karimah. Seorang muslim harus benar-benar memperhatikan mengenai bagaimana berakhlak baik dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Ini persoalan serius, sebab diterima tidaknya dakwah di masyarakat bergantung bagaimana da'inya bisa menunjukkan akhlak yang baik." Lanjutnya. Kemudian Ayatullah Nuri Hamadani melanjutkan, "Hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan adalah adanya kesesuaian antara iman dan amal. Iman yang benar akan membuahkan amal-amal yang saleh dan Islami." Berhadapan dengan ratusan anggota kemiliteran, Ayatullah Nuri Hamadani kemudian menyinggung mengenai pentingnya kemiliteran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan Negara. Dalam pandangannya militer adalah sebuah pekerjaan yang istimewa. Beliau berkata, "Militer dan penjaga keamanan berkaitan erat dengan berjihad di jalan Allah, dan bergabung di dalamya merupakan taufiq yang besar dari Allah SWT. Dalam Islam, jihad dan persiapan menghadapi jihad mendapat perhatian utama. Sebuah Negara Islam harus mempersiapkan senjata, peralatan militer dan kesiapan untuk berperang, baik dalam kondisi perang maupun dalam kondisi damai untuk senantiasa berja-jaga dari serangan musuh." "Banyak ayat mengenai anjuran berjihad yang tersebar dalam Al-Qur'anul Karim. Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa Dia membeli jiwa dan harta kaum mukminin yang berjihad dengan surga" jelasnya. Beliau melanjutkan, "Pembahasan mengenai jihad bukan hanya terdapat dalam agama Islam namun juga dalam agama-agama lain. Berjihad di jalan Tuhan adalah doktrin penting dalam agama-agama. Allah SWT mengutus para Nabi as selain melengkapinya dengan kitab langit juga melengkapinya dengan peralatan perang untuk berjihad dengan musuh-musuh agama. Misalnya nabi Muhammad saww, ditangan kanannya ia menggenggam Al-Qur'an dan di tangan kirinya tergenggam pedang untuk memberantas kesyirikan, kekufuran dan thagut." "Titik persamaan agama-agama langit adalah para nabi bertugas menyampaikan petunjuk dan hidayah kepada ummat dan akan memerangi siapapun yang membuat penghalang atau menghalang-halangi sampainya dakwah tersebut kepada ummat." Tegasnya. Mengenai keutamaan Jihad yang termaktub dalam Al-Qur'an, Ayatullah Nuri Hamadani mengatakan, "Tidak ada satupun hukum Islam yang dijelaskan dalam Al-Qur'an begitu detail selain jihad. Dalam pandangan fukaha Islam, setiap kesungguhan di jalan Allah terhitung sebagai jihad, bukan hanya dalam perang namun juga dalam bidang lain. Seperti misalnya saat ini kesungguhan Iran dalam meningkatkan laju perekonomian di tengah-tengah embargo ekonomi juga terhitung sebagai jihad." "Islam tidak mengajarkan umatnya untuk memulai peperangan, namun tidak akan menyerah dan lari jika harus menghadapinya. Peperangan dalam Islam bermaksud untuk menjaga kehormatan kaum muslimin." Lanjutnya. Ulama marja taklid tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa militer Republik Islam Iran harus menjadi teladan bagi kesatuan militer di Negara lain. Pada pembahasan lain dalam ceramahnya, Ayatullah Nuri Hamadani juga menyinggung kesulitan yang harus dihadapi rakyat Bahrain dalam menghadapi kezaliman penguasanya. Beliau berkata, "Tidak ada kekejaman yang melebihi kekejaman yang dilakukan Ali Khalifah yang dibantu oleh Ali Saud dalam menyiksa rakyatnya sendiri." Dipenghujung ceramahnya Ayatullah Nuri Hamadani berkata, "Kediktatoran tidak memiliki tempat dihati rakyat dibelahan dunia manapun. Rezim Ali Khalifah cepat atau lambat akan runtuh dan berakhir. Apa yang ia lakukan saat ini membuat siapapun yang masih memiliki hati merasa terluka dan sakit. Derita rakyat Bahrain adalan derita semua orang yang masih memiliki nurani dan mencintai kemanusiaan."