Menurut Kantor Berita ABNA, dalam suasana yang penuh haru dan suka cita ratusan pemuda dari 73 negara di seluruh dunia seperti Mesir, Tunisia, Libya, Lebanon, Yaman, Bahrain, Palestina, bahkan dari Indonesia dan Malaysia Senin pagi (30/1) berkesempatan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Setelah mendengar sambutan dari beberapa perwakilan negara Islam, Sayyid Ali Khamanei mengawali pidatonya dengan menyatakan betapa pentingnya kebangkitan menentang diktator dunia yang rusak dan keji, yaitu Zionis serta mustakbirin. Beliau menegaskan, "Dalam fajar kebangkitan yang diberkati ini, dengan kuasa Allah umat Islam sekali lagi berada di puncak kegemilangan, kemerdekaan dan kekuasaan." Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei lebih lanjut menilai kebangkitan muslim di kawasan menentang diktator pro Barat sebagai fenomena penuh berkah dan penting. Beliau juga menyebut kebangkitan ini sebagai awal dari perlawanan anti diktator dunia termasuk Rezim Zionis Israel dan negara arogan lainnya. Dalam pidatonya, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa para pemuda negara-negara Islam adalah pembawa berita gembira buat masa depan umat Islam. Beliau menambahkan, "Kebangkitan pemuda di seluruh dunia Islam menyebabkan bertambahnya harapan kepada kebangkitan umum bagi umat Islam." Mengenai fenomena perubahan besar dalam sejarah manusia di zaman ini, pemimpin revolusi Islam Iran ini berkata, "Seluruh ideologi materialistik, umumnya seperti Marxisme, Demokrasi Liberal, Nasionalisme Sekular telah berlalu pergi, dan zaman baru telah bangkit di mana petunjuknya adalah perhatian kepada Tuhan, memohon bantuan kepada kudrat ilahi serta kebergantungan umat dengan wahyu." Seraya mengisyaratkan pengaruh kuat jaringan rumit dan berbahaya Israel serta kekuatan arogan dunia, Rahbar mengatakan, kebangkitan rakyat kawasan menentang diktator pro Barat merupakan bagian dari perang kemanusiaan anti diktator dunia, Israel. "Setelah melalui sejarah kelam, umat manusia akan terbebas dari kekuasaan diktator yang berbahaya dan transformasi besar ini sesuai dengan janji Allah swt serta akan memberikan kebebasan kepada setiap bangsa dan munculnya pemerintahan Ilahi," tambah Rahbar. Ayatullah Khamenei menilai transformasi negara-negara Islam sebagai awal dari kebahagiaan dan jalan selamat. "Yang penting saat ini adalah kemenangan yang telah diraih bukan dianggap sebagai akhir. Kita harus melanjutkan perjuangan melawan arogan dunia beserta antek-anteknya dengan bersandar pada tekad kuat dan berbaik sangka kepada Allah swt," kata Rahbar. Di pidatonya, Rahbar menyebut pengobaran friksi antar umat Islam sebagai salah satu makar dan strategi musuh. "Kebangkitan Islam tidak mengenal Sunni dan Syiah serta pengikut mazhab lainnya. Mereka dengan penuh rasa persatuan dan solidaritas tampil ke medan," tegas Rahbar. Beliau dalam pidatonya mengisyaratkan unsur-unsur persamaan antar bangsa muslim dunia. Beliau mengatakan, bangsa muslim dunia memiliki perbedaan satu sama lainnya dan mengingat perbedaan dari sisi geografi, sejarah dan sosial tidak ada teladan tunggal bagi seluruh negara Islam, namun yang terpenting adalah seluruh bangsa muslim menentang pengaruh Israel dan Amerika Serikat. "Muslim dunia juga tidak tahan dengan keberadaan rezim Zionis Israel," tandas Rahbar. Selanjutnya beliau menceritakan kemajuan ilmu dan tekhnologi Republik Islam yang berada di tahap membanggakan dalam bidang nuklir, bioteknologi, perobatan dan berbagai bidang lain. "Pemuda tanah air yang beriman ini meskipun disabotase, mereka telah mencapai kemajuan di tahap yang sukar dipercayai oleh pihak musuh. Dengan kemajuan yang mereka raih, dapatlah ia dijadikan teladan buat semua pemuda-pemuda di kalangan umat Islam." Ungkap Rahbar.
Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam
Rahbar: Kebangkitan Islam Tidak Mengenal Sunni dan Syiah
30 Januari 2012 - 20:30
Kode berita: 293763
Di pidatonya, Rahbar menyebut pengobaran friksi antar umat Islam sebagai salah satu makar dan strategi musuh. "Kebangkitan Islam tidak mengenal Sunni dan Syiah serta pengikut mazhab lainnya. Mereka dengan penuh rasa persatuan dan solidaritas tampil ke medan," tegas Rahbar.