29 Januari 2012 - 20:30

Para pelajar Hauzah Ilmiyah se Iran mengucapkan dukungan atas gelombang kebangkitan Islam dan ketabahan mereka menghadapi kezaliman rezim di negeri mereka.

Menurut Kantor Berita ABNA, para pelajar agama Hauzah Ilmiyah se Iran menyatakan dukungan sepenuhnya atas terselenggaranya Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam di Teheran yang dihadiri lebih dari seribu peserta dari 73 negara dengan membubuhkan tanda tangan pada surat dukungan. Komunitas pelajar pendukung kebangkitan Islam dengan bekerjasama dengan sekretariat urusan internasional hawzah ilmiah dan Basij, mengungkapkan dukungan terhadap kebangkitan Islam dan pemuda revolusioner dengan memasang tiga kain dalam bahasa Persia, Inggris, dan Arab, di madrasah Feyziyah dan Daarul Shifa. Surat tersebut adalah dalam rangka mendukung revolusi Mesir, Tunisia, Bahrain, Libya, Yaman, Lebanon, dan Palestina. Selain mendukung perjuangan para pemuda revolusioner, surat tersebut juga dalam rangka mengecam kejahatan kaum-kaum zalim. Para pelajar hauzah Iran maupun asing berbondong-bondong menandatangani kain tersebut dan menyatakan dukungan mereka terhadap gelombang kebangkitan Islam. Mereka menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap umat yang ditindas oleh penguasanya masing-masing dalam menuntut hak di Negara mereka. Teks dalam surat dukungan tersebut adalah seperti berikut: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Kami selaku pelajar Hauzah Ilmiyah di Republik Islam Iran yang sebagaimana tersampaikan dalam wasiat Imam Khomeini dan pesan agung Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei, di sini mengucapkan tahniah terhadap gelombang kebangkitan Islam di Negara-negara muslim serta amat menghargai pendirian mereka dalam menghadapi pemerintah zalim dan kejam yang tidak menghormati rakyat sendiri. Kami menegaskan bahwa kita akan sama-sama konsisten membantu sehingga sampai pada puncak revolusi. Kami tidak akan abaikan mereka walau apa pun yang terjadi sampai tiba masanya golongan penindas akan tumpas dengan kezalimannya. Sementara itu umat Islam yang bersatu padu pasti lebih kuat dan tidak akan menerima kekalahan. وما النصر إلا من عند الله العزیز الحکیم والعاقبة للمتقین. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam tersebut dihadiri oleh lebih dari seribu pemuda dari berbagai negara seperti Mesir, Tunisia, Bahrain, Libya, Lubnan, Palestin, Yaman termasuk dari Indonesia dan Malaysia.