28 Januari 2012 - 20:30

Konferensi Internasional Pemuda Kebangkitan Islam dimulai di ibukota Iran, Tehran pada Ahad pagi (29/1) di kompleks Milad Tower. Acara ini akan digelar selama dua hari dan dihadiri oleh 1.500 kaum muda dari 73 negara dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Menurut Kantor Berita ABNA, Konferensi Internasional Pemuda Kebangkitan Islam dimulai di ibukota Iran, Tehran pada Ahad pagi (29/1) di kompleks Milad Tower. Acara ini akan digelar selama dua hari dan dihadiri oleh 1.500 kaum muda dari 73 negara dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia. Sekjen konferensi, Ali Akbar Velayati mengatakan kepada wartawan bahwa konferensi akan membahas peran pemuda dalam gelombang kebangkitan Islam, yang menyapu Timur Tengah dan Afrika Utara. "Di antara tujuan utama konferensi adalah menghidupkan kembali nilai-nilai Islam serta tujuan-tujuan luhur Islam dan al-Quran, memulihkan rasa nasionalisme, martabat Islam dan negara-negara Muslim, menciptakan sebuah peradaban Islam yang baru atas dasar agama dan rasionalitas, mewujudkan pertukaran pengalaman antara gerakan pencari kebebasan, menyajikan demokrasi Islam sebagai pengganti demokrasi Barat, dan memperkuat kepercayaan diri di kalangan umat Islam," jelas Velayati. Ini adalah konferensi ketiga seputar kebangkitan Islam yang diselenggarakan di Tehran. Pada 17 September 2011, lebih dari 700 cendekiawan Muslim dan tokoh terkemuka dari 80 negara berpartisipasi dalam konferensi internasional pertama tentang kebangkitan Islam. Pertemuan itu membahas dan menganalisa sejarah dan prinsip dasar kebangkitan Islam serta tokoh-tokoh yang telah memainkan peran dalam gerakan tersebut. Pada akhir acara diputuskan pembangunan sekretariat permanen konferensi di Tehran yang dipimpin oleh Ali Akbar Velayati, penasehat Rahbar urusan internasional. Sementara pertemuan kedua dibuka di Tehran pada 10 November 2011. Konferensi ini dihadiri oleh 25 tokoh terkemuka dari 17 negara Islam, yang membahas perkembangan terbaru mengenai pemberontakan rakyat di Timur Tengah dan Afrika Utara.