29 Desember 2011 - 20:30

"Massa masih beringas, situasi belum kondusif," kata Kombes Pol Rahmad Mulyana.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sebuah mushalla termasuk pesantren dan beberapa rumah warga Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, dibakar massa yang mengaku dari kelompok Sunni, Kamis 29 Desember 2011 sekitar pukul 9.15 WIB.. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

"Mereka tiba-tiba menyerang begitu saja dan membakar pesantren. Semua habis dibakar, rata dengan tanah," ujar Pembina Pesantren, Tajul Muluk saat dihubungi VIVAnews.com,  Menurut Tajul, massa yang menyerang adalah warga sekitar yang tidak suka dengan keberadaan pesantren Syiah di sana.

Dia menyayangkan sikap pihak kepolisian yang terlihat tidak sigap dalam mengantisipasi serangan warga. "Padahal sebelumnya, sekitar satu minggu sudah ada ancaman pesantren akan dibakar. Aparat seperti kurang sigap," ucapnya.

Tajul menjelaskan, pesantrennya sudah berdiri pada tahun 2004 yang lalu. Namun, seiring waktu, ada beberapa tokoh agama dan masyarakat yang memprovokasi warga untuk menyingkirkan pesantren.

"Dulunya nggak ada masalah. Tapi sejak 2006 keberadaan kami mulai diusik. Tokoh agama mulai memfitnah kami, menghasut warga untuk mengusir dan membakar pesantren kami," tuturnya.

Saat ini, ratusan santri yang berasal dari warga sekitar dan dari kalangan tidak mampu ini sudah dievakuasi oleh pengurus pesantren. "Mereka sudah dikembalikan ke rumah masing-masing," imbuhnya.

Massa Masih Beringas

"Massa masih beringas, situasi belum kondusif," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Rahmad Mulyana. Mulyana mengatakan, polisi di lapangan tengah melakukan negosiasi dengan massa yang melakukan pembakaran. "Kita mohon untuk tidak melanjutkan aksinya," ujar Mulyana.

Sejumlah personil Brimob juga telah diterjunkan. Pasukan ini bertugas mengisolasi agar kerusuhan tidak terus meluas. "Saat ini sedang nego, upaya isolasi di Sampang sudah dilakukan," katanya.

Menurut Mulyana, saat ini Kapolres Sampang juga telah turun ke lokasi kerusuhan itu. Kapolres, kata dia, telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat. "Kita upayakan supaya tokoh masyarakat ini bisa meredam gejolak," kata Mulyana.

Pembakaran sebuah musala dan rumah warga Syiah ini dilakukan oleh massa yang mengaku dari kelompok Sunni. Kelompok Sunni tidak menerima keberadaan tempat ibadah kelompok Syiah di lingkungannya. Namun, hingga saat ini polisi belum bisa memastikan motif pembakaran ini.