Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Kamil Amr mengecam Amerika Serikat yang berusaha campur tangan dalam urusan internal negara Mesir di tengah maraknya aksi kekerasan polisi terhadap demonstran.
"Mesir tidak akan menerima campur tangan dalam urusan domestik," katanya pada hari Rabu lalu (21/12). Mesir sedang mencari klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan oleh pejabat asing mengenai urusan internal Mesir," tambah menteri luar negeri tersebut.
Dia membuat pernyataan itu setelah Menlu AS Hillary Clinton menuduh pemimpin militer Mesir telah menganiaya demonstran wanita.
"Ini degradasi sistematis dari perempuan Mesir dan tidak menghormati revolusi, mempermalukan negara dan sangat tidak layak," kata Clinton pada hari Senin lalu.
Pasukan keamanan Mesir secara kasar menyerang demonstran perempuan dan memukul mereka di jalan-jalan ibukota Kairo.
Pada hari Selasa lalu, ribuan warga Mesir terutama wanita berbaris melalui jalan-jalan pusat kota Kairo untuk memprotes kekerasan terhadap demonstran.