7 Desember 2011 - 20:30

Tiga serangan yang sengaja ditujukan kepada lautan manusia yang menghadiri acara duka di hari Asyura di kota Kabul, Mazarsyarif dan Qandahar itu sedikitnya telah menimbulkan korban lebih dari 200 orang.

Menurut Kantor Berita ABNA, ribuan orang warga Syiah Afghanistan diberbagai tempat dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Husain as 10 Muharram kemarin terganggu oleh tiga serangan ledakan bom oleh kelompok teroris. Tiga serangan yang sengaja ditujukan kepada lautan manusia yang menghadiri acara duka di hari Asyura di kota Kabul, Mazarsyarif dan Qandahar itu sedikitnya telah menimbulkan korban lebih dari 200 orang.

Kabul
Bertepatan 10 Muharram, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom yang dipasang pada jaketnya di tengah-tengah perarakan Asyura di wilayah Moradkhani, Kabul.

Pelaku aksi bom bunuh diri tersebut dilengkapi dengan jaket yang dipasangi bom dan menyelinap masuk dalam lautan manusia "Hai'at 'Azadari Khushi Lugar" dan berhasil meledakkan dirinya sekitar pukul 11:45 waktu setempat.  Pengeboman tersebut terjadi di tempat yang dinamakan "Ziyarat Hadzrat Abul Fadzl", di Kabul.

"Saya sedang berada di sana saat orang-orang sedang berkumpul, dan tiba-tiba terjadilah sebuah ledakan dahsyat. Beberapa orang di sekeliling saya jatuh, untung saya tidak apa-apa dan setelah itu saya mencoba untuk berlari," ujar salah satu saksi mata, Ahmad Fawad, seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/11/2011).

"Semua yang meninggal adalah merupakan orang Syiah. Mereka semua sedang akan melakukan salah satu ritual dalam hari Asyura," ujar Juru Bicara Provinsi Kabul, Munir Ahmad Farhad.

Taliban menolak dikatakan sebaai pihak yang bertanggung jawab. Mereka malah menuding, pasukan asing yang beraada di Afghanistan sebagai dalang dibalik semua kerusuhan tersebut.

Sementara itu pihak NATO sendiri melalui komandan lapangannya, Jenderal John Allen menolak untuk menanggapi secara langsung. Namun ia menyatakan itu merupakan sebuah serangan yang sangat keji. "Ini merupakan sebuah serangan terhadap Islam sendiri," tegasnya.

Menurut juru bicara kepolisian Kabul, jumlah korban terakhir adalah 55 orang, termasuk 4 kanak-kanak dan 2 wanita, dan sekitar 134 dinyatakan cedera.

Mazarsyarif

Sementara itu di kota Mazar-i-syarif, dua ledakan bom merenggut 21 nyawa termasuk 3 orang anggota kepolisian dan seorang tentara. Pelaku peledakan meletakkan bom pada sebuah sepeda motor dan meledak seketika ketika arak-arakan para pecinta al Husain melintasi kawasan selatan Raudhah Sakhi.  

Qandahar

Peserta perarakan Asyura di kota Qandahar juga mengalami hal tragis serupa. Sampai saat ini angka korban masih belum teridentifikasi.

Menurut laporan berita Al-Jazeera di Afghanistan, seorang lelaki yang menyebut diri sebagai wakil kelompok teroris Wahabi, "Lashkar-e-Jhangvi Pakistan" mengaku kelompoknya bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Serangan ke kota Kabul ini merupakan serangan yang paling mematikan di era Presiden Hamid Karzai, dan ini merupakan kali pertama serangan terjadi pada saat perayaan hari besar keagamaan.