Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Ahmad At Tayyib, rektor Universitas Al Azhar Mesir dalam pernyataannya menilai saat ini darah rakyat Mesir begitu berharga, suci, mulia dan haram untuk ditumpahkan. Menurutnya Mesir saat ini telah banyak melahirkan pejuang-pejuang kemanusiaan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya keadilan.
Beliau berkata, "Jika kita mengetahui hak-hak para demonstran bahwa jiwa dan darah mereka harus dijaga dan dilindungi, begitu juga dengan polisi yang pada dasarnya merupakan bagian dari rakyat Mesir juga, maka sudah sepatutnya sesama saudara untuk tidak saling menumpahkan darah."
Ulama yang juga menjabat sebagai Rektor Al Azhar tersebut juga menilai bahwa para demonstran yang gugur dalam unjuk rasa mereka termasuk golongan para syuhada, beliau yakin orang-orang yang gugur dalam menentang kebatilan termasuk mati syahid dan mendapat tempat yang dekat di sisi Allah SWT.
Syaikh Ahmad At Tayyib diakhir pembicaraanya kembali menegaskan, "Sekali lagi kami tegaskan, kami jajaran civitas akademika universitas Al Azhar menentang keras segala bentuk kekerasan dan pengrusakan. Kami menolak atas nama menjaga jalannya revolusi Mesir darah harus ditumpahkan dan kekerasan harus terjadi. Darah rakyat Mesir mulia dan suci, karenanya haram untuk ditumpahkan."