Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Shafi Ghulpagani dalam pertemuannya dengan imam Jum'at, pejabat pemerintah, ruhaniawan, para veteran perang dan berbagai lapisan masyarakat Esfahan mengingatkan kembali mengenai perjuangan rakyat Esfahan dalam mempertahankan keutuhan Republik Islam Iran yang mengakibatkan 370 warga Esfahan yang syahid. Beliau mengatakan, "Saya yakin dan optimis apa yang telah dilakukan oleh warga Esfahan tersebut mendapat keridhaan dari imam Zaman afs dan tidak diragukan lagi menjadi penyebab datangnya pertolongan beliau."
Beliau kemudian melanjutkan, "Kota Esfahan memiliki catatan sejarah yang memukau dan cemerlang, termasuk menunjukkan penghargaan yang tinggi terhadap kehidupan yang berlandaskan aturan-aturan mazhab dan agama."
Ulama marja taklid ini lebih lanjut berkata, "Alhamdulillah, warga kota Esfahan mampu melalui berbagai ujian yang bermacam-macam dan keluar sebagai pemenang. Atas kesyahidan 370 orang warga Esfahan dalam satu hari menunjukkan pengenalan dan pemahaman agama mereka yang baik. Dan saya yakin, ruh keberagamaan yang tinggi tersebut tetap dirasakan masyarakat Esfahan sampai saat ini."
Selanjutnya beliau mengungkap hakikat dibalik kepahlawanan Imam Ali as yang berani menghadapi orang yang dikenal sebagai yang paling tangguh di Arab satu lawan satu, "Amirul Mukminin Imam Ali as dalam riwayat kehidupannya penuh dengan keberkahan maknawi dan kegigihan beribadah. Namun yang paling mendasar yang menyebabkan beliau dikenal sebagai pemberani dan pejuang yang tangguh adalah kesediaannya menjadi pembela Islam ketika dibutuhkan, ia maju gagah berani ketika yang lain sedang diliputi rasa ketakutan sehingga Rasulullah saww berkata mengenai imam Ali as, bahwa sabetan pedangnya pada perang Khandak lebih afdal dibanding ibadahnya seluruh manusia dan jin."
Tenaga pengajar Hauzah Ilmiyah Qom tersebut kemudian merujuk pada riwayat yang mutawatir bahwa pada saat Imam Ali as menghadapi musuhnya, Rasulullah saww bersabda, "Yang bertarung saat itu adalah keseluruhan Islam menghadapi keseluruhan kekufuran." "Dari riwayat tersebut menunjukkan bahwa amal jauh lebih penting dari pada sekedar perkataan dan ini telah ditunjukkan pula oleh warga Esfahan selama 8 tahun membela kedaulatan dan keutuhan Republik Islam Iran dalm perang menghadapi Irak di bawah rezim Saddam Husain." Ungkapnya.
"Namun perjuangan warga Esfahan tidak hanya sampai disitu, perjuangan dalam bidang intelektual masih terus berlanjut. Sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh para pembesar dan ulama Esfahan seperti Allamah Majlisi, Almarhum Agha Najafi Esfahani dan orang-orang besar lainnya. Melalui upaya mereka secara spritual dan intelektual warga Esfahan masih terus melanjutkan perjuangan membela kesucian agama dan mazhab." Lanjutnya lagi.
Ayatullah Shafi Ghulpagani dalam penjelasan selanjutnya menyebut kota Esfahan sebagai kota Wilayah, kota pejuang, kota pahlawan dan kota yang menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, "Kota Esfahan sejak seratus tahun yang lalu sampai saat ini telah mengukir berbagai prestasi yang gemilang. Para ulamanya tercatat telah memberikan kontribusi yang positif dan signifikan dalam kemajuan yang dicapai kota ini, termasuk dalam tegaknya amar ma'ruf wa nahi mungkar bahkan ulama asal Esfahan sangat dikenal tegas dalam hal tersebut."
Mengenai bermunculannya berbagai fitnah, syubhat dan propaganda negatif tentang mazhab Ahlul Bait, Ayatullah Shafi Ghulpagani menegaskan kewajiban dan tanggungjawab untuk memberikan bantahan atas tuduhan-tuduhan tersebut berada di atas semua pecinta Ahlul Bait karenanya pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mazhab Ahlul Bait adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. "Menjaga tradisi Islam untuk tetap menjadi bagian dari budaya kota ini adalah kewajiban semua warga Esfahan. Jika semua warga Esfahan menjalankan kewajiban ini dengan baik, yakinlah insya Allah para musuh agama akan berat dan sulit dalam mewujudkan target-target mereka untuk menghancurkan Islam. Syiar kita adalah syiar wilayah dan syiar ini suci bagi kita. Inti dari semua keyakinan kita adalah syiar ini, yang harus kita jaga dan terus kumandangkan."