17 November 2011 - 20:30

Dua Pejabat Kementerian Kebudayaan dari Arab Saudi dan Republik Islam Iran mengadakan pertemuan khusus di Arab Saudi guna membicarakan hal-hal penting untuk mewujudkan jalinan kerjasama kebudayaan yang lebih erat dan saling memberi manfaat di masa mendatang.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Muhammad Husaini, menteri kebudayaan dan perkembangan Islam Republik Islam Iran dalam pertemuannya dengan menteri informasi dan kebudayaan Arab Saudi di Arab Saudi menyatakan, "Dalam beberapa kerjasama yang terjalin untuk mempublikasikan hasil-hasil kebudayaan Islam termasuk syiar-syiar Islam melalui pameran-pameran kebudayaan dan seminar-seminar sangat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dan peran yang signifikan untuk kemajuan dunia Islam di masa mendatang."

Menteri Kebudayaan Arab Saudi mengiyakan pernyataan tersebut sembari menyatakan kerjasama kebudayaan antar dua Negara sangat penting. Beliau berkata, "Iran dalam pandangan kami adalah sebuah Negara yang penting dalam jalinan kerjasama dan Alhamdulillah antar dua Negara mampu terjalin hubungan yang erat dan sangat baik dan semoga dimasa mendatang hubungan kerjasama kebudayaan ini mampu terjalin lebih kuat lagi."

Lebih lanjut pejabat Arab Saudi tersebut memuji Iran dalam hal penghafalan Al-Qur'an. beliau berkata, "Salah satu keistimewaan Iran yang harus diakui adalah Negara tersebut ibarat sumber mata airnya para penghafal Al-Qur'an dan para seniman kaligrafi. Negara Iran banyak menghasilkan orang-orang mumpuni dalam dua bidang ini yang diakui sangat mampu membuat kebudayaan Islam menjadi dikenal dan diakui dunia."

Dua pejabat antar Negara tersebut dalam akhir pertemuannya berjanji untuk menjalin hubungan lebih erat lagi termasuk sama-sama akan terlibat dalam penyelenggaraan pameran internasional Al-Qur'an dan pameran sepekan kebudayaan Islam yang akan diselenggarakan di kedua Negara secara bergantian. Direncanakan tahun 2013 nanti, Madinah Arab Saudi akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran kebudayaan Islam yang akan diikuti semua Negara-negara yang mayoritas berpenduduk Islam di seluruh dunia.