3 Oktober 2011 - 20:30

Krisis politik di Timur Tengah menjadi sorotan dunia. Tidak terlepas oleh para tokoh akdemisi dari berbagai perguruan tinggi di Makasar, pembahasan tersebut dikemas dalam bentuk seminar internasional.

Menurut Kantor Berita ABNA, Krisis politik di Timur Tengah menjadi sorotan dunia. Tidak terlepas oleh para tokoh akdemisi dari berbagai perguruan tinggi di Makasar, pembahasan tersebut dikemas dalam bentuk seminar internasional.


Dengan tema "International Conference The University's Role For The Palestinian Independence Process", acara kemudian di buka oleh Wakil Rektor I Unhas (Prof.Dr.Dadang A Suriamiharja, M.Eng) di Gedung IPTEKs Universitas Hasanuddin , Tamalanrea, Makassar, (1/10). Sebanyak 200 mahasiswa menjadi peserta dalam seminar tersebut.


Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.30 Wita ini, tampak hadir sebagai pembicara Dr. Mahmoud Farazandeh (Ambassador of Iran), Dr. Irwan Akib, M..Pd (Rector of Unismuh), Dr.Hj. A. Majdah Agus Arifin Nu'mang (Rector of UIM), Prof.Dr. Abdul Rahim Yunus (UIN).


Dalam kesempatan tersebut, Mahmoud Farazandeh mengatakan bahwa peran universitas terhadap proses kemerdekaan palestina haruslah dengan jihad. “Berjihad, bukan dengan kearogansian dan kekerasan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban, atau bahkan mengakibatkan kerugian baik secara materi maupun nonmateri, tapi dengan intelektual”, katanya.

Suasana semakin interaktif ketika beberapa peserta di persilahkan untuk mengemukakan pertanyaan serta pendapatnya . Tidak sedikit diantara mereka yang tidak sepakat atas tindakan iran dan juga palestina. Menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan, bahkan perbedaan keyakinan dan juga agama menjadi sebuah permasalahan.


“Agama bukanlah pemisah dan menjadikan sebuah perselisihan” ,terang Akbar, salah satu peserta , tapi dengan perbedaan tersebut, tambahnya, dapat menjadi tolak ukur dan saling mengisi satu sama lain”.


Hingga di akhir diskusi Dr. Nur Taufiq Sanusi selaku pembantu rektor IV UIN Makassar, mengatakan bahwa islam itu pembawa keselamatan. "Dari zaman nabi Adam hingga nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, kita smua ini adalah islam . Yang mana islam itu sendiri adalah salam yang artinya keselamatan", terangnya.

 

Sumber berita: http://www.suaraberita.com