20 September 2011 - 19:30

Ribuan rakyat Bahrain sejak pertengahan Februari melakukan aksi unjuk rasa menentang pemerintahan rezim Ali Khalifah. Mereka menginginkan perbaikan dan perubahan dalam bidang politik dan perundang-undangan Negara.

Menurut Kantor Berita ABNA, setelah melakukan pemakaman terhadap salah satu jenazah demonstran yang gugur saat aksi, rakyat Bahrain melanjutkan aksi turun ke jalan secara besar-besaran. Mereka melakukan protes terhadap aksi biadab rezim Ali Khalifah atas rakyatnya sendiri.

Disebutkan, untuk berupaya menghentikan aksi unjuk rasa yang semakin meluas, pasukan keamanan rezim Ali Khalifah melakukan serangan bersenjata ke desa-desa. Namun serangan-serangan dari pihak keamanan tersebut tidak menyulutkan semangat rakyat Bahrain untuk terus melanjutkan aksi protes mereka. Saban hari setelah melakukan shalat dhuhur secara berjama'ah mereka melakukan aksi-aksi unjuk rasa mereka di jalan-jalan utama.

Ja'far Hasan Yusufi (29) salah seorang seorang diantaranya yang tidak gentar berhadapan dengan pasukan keamanan yang tidak segan-segan menembakkan senjata api di tengah-tengah kerumunan massa. Namun sayang, dalam salah satu aksinya, ia terkena tembakan pasukan keamanan Ali Khalifah yang dibantu oleh pasukan militer Arab Saudi, yang membuat dia terluka parah. Meskipun sempat mendapat perawatan medis namun Ahad (18/9) ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ribuan rakyat Bahrain sejak pertengahan Februari melakukan aksi unjuk rasa menentang pemerintahan rezim Ali Khalifah. Mereka menginginkan perbaikan dan perubahan dalam bidang politik dan perundang-undangan Negara. Namun aksi damai yang dilakukan rakyat Bahrain tersebut dibalas dengan tindakan yang berlebihan dari penguasa Bahrain, bukan hanya mengerahkan seluruh kekuatan militer dalam negeri bahkan mendapat bantuan dari pasukan militer Negara tetangga Arab Saudi.

Akibat tindakan pengamanan yang berlebihan tersebut, sampai saat ini tercatat puluhan pengunjuk rasa harus terenggut nyawanya dan ratusan lainnya luka-luka. Rakyat Bahrain dalam aksi-aksinya menyatakan tidak akan menghentikan protes mereka sampai Ali Khalifah lengser dari kekuasaannya dan tidak ada pilihan lain selain itu, sebab menurut mereka perbaikan dan perubahan di Bahrain hanya bisa terjadi jika rezim Ali Khalifah mengakhiri kekuasaannya di Bahrain.