Menurut Kantor Berita ABNA, Pasukan yang setia kepada diktator Yaman Ali Abdullah Saleh telah membunuh 35 demonstran dan melukai lebih dari 700 lainnya dalam sebuah serangan di ibukota Sanaa, Press TV melaporkan, Senin (19/9).
Aparat keamanan Yaman dan para preman bersenjata menembaki puluhan ribu pengunjuk rasa damai yang menuntut penggulingan rezim Saleh dukungan Amerika Serikat. Sumber medis melaporkan bahwa pasukan rezim menembakkan peluru mortir hidup ke arah para demonstran di Sanaa. Banyak demonstran tewas dan terluka setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan pasukan keamanan.
Serangan tersebut adalah yang paling mematikan terhadap demonstran pro-demokrasi dalam beberapa bulan terakhir.
Seorang pejabat medis mengatakan kepada AFP bahwa 25 orang korban luka tembak berada dalam keadaan kritis. Ditambahkannya, di antara korban cedera terdapat anggota Dewan Nasional Yaman dan anggota senior partai Al Islah Yaman, Mohammed Al Dhahiri.
Pembantaian itu dilakukan setelah Saleh menyatakan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri sampai pemilihan presiden digelar untuk menentukan penggantinya.
Menurut laporan setempat, ratusan warga Yaman tewas dan ribuan lainnya terluka sejak dimulainya pemberontakan melawan rezim Saleh pada akhir Januari.
Anak-anakpun Jadi Korban
Militer Yaman dalam aksi brutalnya saat menyerang demonstran di Sanaa menembak mati 20 warga termasuk dua anak-anak. Menurut laporan televisi al-Alam Senin (19/9), berdasarkan data terbaru akibat serangan brutal pasukan keamanan Ali Abdullah Saleh terhadap para demosntran di Sanaa sekitar 20 pendemo tewas dan tiga di antaranya adalah tentara yang membelot. Di antara korban juga terdapat dua anak kecil.
Angka korban tewas akibat brutalitas militer Yaman sejak hari Ahad hingga Senin tercatat 46 orang. Dua orang di Taiz kemarin juga dilaporkan tewas akibat terjangan peluru pasukan keamanan rezim Ali Abdullah Saleh.