Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana dinukil dari Kantor Berita IRIB Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei sabtu kemarin (17/9) berpidato pada Konferensi Internasional Kebangkitan Islam Pertama di Tehran, Iran.
Dalam sambutannya tersebut Sayyid Ali Khamenei menyampaikan pesan penting terkait identitas revolusi dan kebangkitan Islam akhir-akhir ini serta bahaya dan ancaman, yang menghadang gerakan revolusi tersebut.
Hal itu disampaikan Rahbar pada acara pembukaan konferensi yang digelar selama dua hari di Gedung Konferensi IRIB.
Dalam pidatonya, Sayyid Ali Khamenei juga menyampaikan usulan-usulan guna mengatasi dan mencegah berbagai ancaman dan bahaya yang mengincar kebangkitan dan revolusi rakyat akhir-akhir ini.
Rahbar mengatakan kebangkitan Islam di kawasan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan keislaman dalam menghadapi hegemoni Barat.
"Prinsip utama dari revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara adalah revitalisasi martabat nasional yang telah dirusak dan diinjak-injak oleh kediktatoran di bawah penguasa korup yang didominasi AS dan Barat." tegas beliau.
Rahbar menambahkan bahwa kebangkitan nilai-nilai Islam, pemulihan hak untuk mendapatkan keadilan, pembangunan dan kesejahteraan, perlawanan menghadapi hegemoni AS dan Eropa serta agresi Israel merupakan prinsip dasar revolusi.
Ayatollah Khamenei juga memperingatkan negara-negara Muslim terhadap propgandan dan konspirasi Barat menumbangkan revolusi Islam.
Ayatullah Khamenei menyerukan umat Islam supaya tidak menaruh kepercayaan terhadap AS dan Barat. Beliau mengungkapkan,"Jangan pernah percaya terhadap Amerika Serikat dan NATO, Israel, serta rezim imperialis seperti Inggris Perancis dan Italia. Sebab, selama bertahun-tahun mereka telah menjarah sumber daya alam berbagai bangsa dunia."
Konferensi Kebangkitan Islam di Tehran kali ini dihadiri lebih dari 600 pemikir dunia Islam dan para tokoh yang bersimpati kepada Islam dari 80 negara.