Menurut Kantor Berita ABNA, diberitakan oleh banyak media-media dunia bahwa kelompok radikal Mesir menolak untuk turut serta dalam aksi-aksi demonstrasi rakyat karena aksi-aksi unjuk rasa tersebut menguntungkan kelompok Syiah. Namun pernyataan tersebut dibantah sendiri oleh mayoritas pengunjuk rasa.
Mereka mengatakan aksi yang mereka lakukan tidak memiliki kepentingan mazhab atau menguntungkan mazhab atau kelompok tertentu melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat Mesir secara menyeluruh tanpa memandang agama atau mazhab apapun.
Salah seorang pengunjuk rasa mengecam tindakan memecah belah tersebut dan mengatakan bahwa aksi jutaan rakyat Mesir justru untuk menunjukkan bahwa rakyat Mesir memiliki persatuan dan rasa kebersamaan yang kokoh yang persatuan tersebut tidak bisa dikalahkan. Sama sekali aksi tersebut bukan untuk kepentingan golongan dan mazhab tertentu melainkan untuk bangkit bersama melawan kezaliman dan ketidak adilan dari diktatorisme yang selama ini telah dirasakan rakyat Mesir, bantahnya.