17 Juli 2011 - 19:30

Tiupan Angin segar untuk para wartawan Barat dari Ali Khalifah. Masalah di Bahrain adalah antara pemerintah Bahrain dan warganya bukan antara Syiah dan Sunni. Saudi mengingkari ajakannya. Kepahitan warga Bahrain itu disebabkan oleh Amerika Serikat. Permintaan FIFA agar pemain sepak bola Irak dibebaskan dari penjara Bahrain. Pemecahan masalah Bahrain tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

Menurut Kantor Berita ABNA. Aksi masyaratkat Bahrain ditengah-tengah pembumihangusan dan juga pembatasan media massa di Bahrain terus berlanjut. Dengan kebijakan yang diambil Ali Khalifah akhirnya perkembangan berita dari Bahrain sangat lambat sampai ke masyarakat Internasional.

Pembukaan rahasia Ali Khalifah oleh seorang wartawan Barat.

Veninan Caningham salah satu wartawan bebas Barat dikarenakan telah menyebarkan permasalahan penaklukan dan tindakan kekejaman pada masyarakat yang dilakukan pemerintahan Bahrain akhirnya dia dipecat dari tempat kerja yang terletak di Manamah pada tanggal 18 Juni yang lalu,  pemecatan ini disebabkan karena dia menulis makalah yang mengulas kekejaman pemerintahan Bahrain.

Dia sudah sejak 3 tahun yang lalu tinggal di Bahrain begitu juga sejak awal-awal revolusi berkobar dia sudah berada disana yaitu pada tanggal 14 Februari 2011..

Wartawan ini dalam dialog interaktif di Blue Talk Radio Amerika berkata, “ Gembar gembor negosiasi di Bahrain sebenarnya tidak ada artinya apa-apa, hal itu hanya upaya untuk merubah opini masyarakat semata."

Dia menambahkan, “Sekilas tampak Pemerintahan Amerika dan Inggris dengan berupaya melindungi upaya negosiasi pemerintahan Bahrain dengan pihak revolusioner sedang mencoba menerapkan bentuk-bentuk legitimasinya. Berbagai bentuk bantuan dan perlindungan Negara-negara barat pada pemerintahan Rezim dengan melihat kenyataan pahit yang harus dicicipi masyarakat tidak berdosa adalah suatu tindakan yang tidak bisa dinalar. Bantuan perlindungan ini hanya berupa bantuan yang lemah karena sebenarnya pemerintahan Bahrain sudah tidak bisa menerima berbagai bentuk perlindungan."

Dia juga sudah menulis banyak makalah sekaitan dengan masalah ini didalam blog pribadinya. Tema-tema yang ia usung diantaranya adalah berbagai pembunuhan tidak manusiawi yang terjadi di Bahrain dengan detail-detailnya oleh pasukan Arab Saudi (Tameng Jazirah), berbagai bentuk siksaan pada para tahanan serta penyekalan-penyekalan tanpa memiliki alasan pemerintah Bahrain.

Dalam makalahnya acap kali dia menyinggung kerjasama yang diberikan Inggris dan Amerika pada pemerintahan Bahrain, dia menulis, “ Negara-negara ini hanya berkoar sebagai pembela sistem demokrasi dan juga hukum internasional karena pada dasarnya mereka menutup mata dari kenyataan sebenarnya yang terjadi di Bahrain. Sekarang wartawan ini tinggal di Irlandia disana dia terus menulis berbagai buku dan tulisan yang mengupas kekejaman pemerintahan Ali Khalifah.

Perseteruan di Bahrain Bukan Konflik Sunni-Syiah

Pimpinan utama persatuan Negara-negara teluk Persia dan sekitarnya mantan Duta Besar Republik Islam Iran Bahrain berkaitan dengan pasukan pembunuh yang dikirimkan Arab Saudi ke Bahrain mengatakan, “ Masyarakat Bahrain memiliki suatu keinginan yang secara jelas sangat seiring dengan nilai-nilai demokrasi dan dilakukan dengan penuh kedamaian tapi perbedaan mendasar pergerakan yang terjadi di Bahrain dibandingkan dengan Negara-negara kawasan adalah bahwa keinginan masyarakat Bahrain itu sudah sangat jelas dan keinginan itu diserukan secara bersama oleh seuluruh masyarakat, jadi mereka sama-sama sepakat dengan keinginan tersebut."

Husain Amir Abdullahiyan pada kunjungan sebelumnya di Bahrain dan juga pimpinan perkumpulan Negara-negara kawasan timur Tengah menambahkan, “ Pasukan pembantai dari Arab Saudi datang ke Bahrain dengan lampu hijau yang dinyalakan Washington, tindakan ini telah menyebabkan buruknya wajah pemerintahan Arab Saudi di Negara-negara kawasan."

Pada kesempatan selanjutnya dia menekankan, “ Permasalahan yang terjadi di Bahrain adalah masalah antar warga Bahrain bukan masalah antara kelompok Shiah dan Suni. Perubahan opini menjadi perseturan antar golongan tidak lain hanya akan membawa kerumitan yang semakin sulit dipecahkan di Bahrain."

Pembatalan sepihak dari Arab Saudi

Belum berlalu beberapa hari setelah mereka mengajak Iran untuk berdialog secara damai serta-merta mereka menggagalkan perencanaan pertemuan itu. Mereka mengingkari seolah-olah mereka tidak pernah mengundang pemerintahan Iran untuk datang. Padahal tiga bulan sebelumnya pihak diplomasi Iran sudah mendapatkan surat undangan dari Riyadh dan dikirim ke Teheran. Undangan yang ditujukan pada Ali Akbar Shalihi. Pada akhir pertemuan petinggi Saudi Faishal dengan rekanannya dari Ingris berkata “ Kami juga berharap bisa melakukan pertemuan dengan pemerintahan Iran sebagai salah satu Rekan Negara kami.” Namun sekarang ini salah satu dari petinggi mereka berani menyatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan pertemuan tersebut. Dan apa yang disebutkna sebelumnya hanya basa basi diplomasi.

Harian Arab Saudi cetakan London Asyarkul Ausath menulis bahwa pernyataan ini berhubungan dengan Desember tahun lalu disaat Ali Shalihi Akbari terpilih sebagai Mentri Luar Negeri Iran dan kami secara hukum resmi tidak mengundangnya untuk datang ke Riyadh.

Kenyataan Pahit yang harus dihadapi masyarakat Bahrain ditangan Amerika.

Salah satu aktifis hak asasi manusia Bahrain menyatakan bahwa berbagai bentuk dialog dan Negosisasi hanyalah buatan dari Amerika dan ini hanya berarti kenyataan pahit bagi masyarakat dan kelompok revolusioner Bahrain.

Abas Imran menjelaskan. Salah satu wakil dari Amerika sebelum dilakukan perundingan mengatakan bahwa ada salah satu kelompok yang sangat fanatik. Kelompok yang harus keluar dari area politik Bahrain. Dengan alasan ini dia menentukan siapa saja yang berhak ikut negosiasi dan siapa saja yang tidak berhak ikut.

Ali Imran menekankan bahwa Amerika dalam proses penindasan masyarakat Bahrain juga memberikan andilnya dan kita semua adalah saksi atas tindakan itu. demi kepentingan politik negaranya dia berupaya membantu mempersiapkan lapangan dalam penindasan masyarakat Bahrain dengan memberikan lampu hijau pada pasukan Arab Saudi untuk melakukan hal itu.

Dia menambahkan, tapi sebaliknya kita juga menjadi saksi bahwa berbagai bentuk penindasan demi menghentikan gerak masyarakat tidak membuahkan hasil sama sekali. Sekarang kita juga melihat bahwa kelompok Revolusiner terus aktif dengan berbagai program yang mereka miliki, mereka tidak henti melakukan aksi setiap siang dan malam, aksi mingguan juga secara teratur mampu mereka laksanakan.

Dia menambahkan bahwa bentuk negosiasi yang sekarang ini hanyalah sebuah prembule berbagai penindasan pemerintah Bahrain pada masyarakatnya.

Pemerintah Bahrain pada bulan Januari pernah mengajak untuk melakukan negosiasi tapi hasilnya tidak lain adalah masukkan pasukan Arab Saudi ke Bahrain dan terbentuklah kondisi Negara yang sangat kacau, masyarakat sipil dibawa ke meja hijau tanpa alasan yang jelas, mereka dihukum dengan tidak mengindahkan nilai-nilai hukum.

Tuntutan FIFA agar pemain Irak yang ditangkap pemerintahan Bahrain untuk dilepaskan.

Organisasi persatuan sepak bola Internasional FIFA berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan salah satu pemain sepak bola Irak dari tahanan Bahrain.

FIFA meminta pengurus persatuan sepak bola Bahrain untuk membantu dalam membebaskan Dzulfiqar Abdul Amir pemain bola belasan tahun.

Dzulfiqar adalah salah pemain Irak yang bermain di Mahraq Bahrain sejak 3 bulan sebelumnya. Dia ditangkap ketika berada di kota Manamah. Sejak saat itu dia dibawa ke pusat penjara orang-orang yang dicekal pemerintah Bahrain.

Ayah pemain ini juga meminta pada FIFA agar membantu proses pembebasan anaknya.

Pemecahan masalah di Bahrain tidak bisa dicapai dalam waktu dekat.

Pimpinan gerakan pembela hak-hak asasi manusia Bahrain menyatakan bahwa berbagai kebijakan politik yang dilakukan tidak akan menjadi jalan pemecahan. Permasalahan dibahrain tidak akan bisa dipecahkan dalam waktu cepat. Nabil Rajab menilai bahwa tujuan undangan untuk bernegosiasi hanyalan untuk menjauhkan masyarakat dari keinginan mereka.

Dia berkata bahwa terus berlanjutnya aksi demonstrasi masyarakat Bahrain dihadapan berbagai penindasan  menunjukkan bahwa  apa yang dipersiapkan oleh Pemerintah Bahrain tidaklah sesuai yang diharapkan warga.