23 Juni 2011 - 19:30

Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim, salah seorang ulama terkemuka Bahrain dalam penggalan ceramahnya yang disampaikan pada khutbah Jum'at (17/6) pekan lalu menyatakan dialog dalam bentuk apapun dengan rezim Ali Khalifah adalah kesia-siaan belaka dan tidak ada gunanya jika tuntutan rakyat untuk mendapatkan hak-haknya tidak terpenuhi.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim, salah seorang ulama terkemuka Bahrain dalam penggalan ceramahnya yang disampaikan pada khutbah Jum'at (17/6) pekan lalu menyatakan dialog dalam bentuk apapun dengan rezim Ali Khalifah adalah kesia-siaan belaka dan tidak ada gunanya jika tuntutan rakyat untuk mendapatkan hak-haknya tidak terpenuhi.

Beliau menyatakan telah banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh rakyat yang terus bertahan sampai hari keseratus dua puluh empat dalam perjuangan mereka menggulirkan revolusi.

 

Ulama yang diklaim mayoritas rakyat Bahrain sebagai pemimpin revolusi mereka menyatakan, "Kami memulai aksi kami dengan aksi damai dan sama sekali tidak pernah menginginkan pertikaian dan menimbulkan kerusuhan. Namun aksi damai kami untuk menuntut hak-hak kami yang selama ini terabaikan mendapatkan jawaban yang sangat pahit dan menyakitkan. Telah banyak darah yang tertumpah dan nyawa harus melayang karena ketakutan mereka menghadapi kami. Namun rakyat Bahrain semakin hari semakin kuat, dan semakin semangat dan gigih melaksanakan aksi-aksinya."

 

Ayatullah Isa Ahmad Qasim sebagaimana khutbah yang disampaikannya pada hari keseratus perjuangan rakyat Bahrain, khutbah Jum'at kali ini juga disampaikan di mimbar dengan mengenakan kain kafan yang menunjukkan kesiapan beliau untuk meraih kesyahidan. Beliau berkata, "Kekejaman dan kekerasan yang dilakukan tentara rezim Ali Khalifah bertujuan untuk menguras habis kesabaran rakyat, yang kemudian mereka berharap akan melakukan tindakan balas dan rakyat keluar dari garis aksi damainya. Karenanya, saya menasehatkan kepada seluruh rakyat revolusioner Bahrain untuk tetap bersabar dengan prinsip damai dalam aksi dan tidak melakukan hal-hal yang membuat mereka punya alasan yang dapat membenarkan mereka untuk melakukan pembunuhan massal. Hal seperti ini yang juga diharapkan oleh Syaikh Ali Salman dan ulama-ulama Bahrain lainnya, agar kita tetap pada prinsip aksi kita, bahwa yang kita hendaki adalah perbaikan, bukan kerusuhan apalagi pertumpahan darah."

 

Ulama yang juga merupakan anggota Majelis Syura Majma Jahani Ahlul Bait ini mengenai tawaran damai dari rezim Ali Khalifah berkata, "Tidak ada yang diinginkan rakyat Bahrain kecuali perubahan dan pembaharuan dalam sistem politik. Perubahan dan perbaikan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sebagaimana tuntutan rakyat, bukan sekedar perubahan yang dipoles dari sisi zahiriyah dan bentuk saja. Yang diinginkan rakyat hanyalah hidup nyaman dan tenang di  negeri ini, mendapatkan pengakuan untuk melaksanakan hak-hak agama dan duniawinya dan kemuliaan rakyat harus dijaga."

Ayatullah Syaikh Isa Qasim lebih lanjut mengatakan bahwa tawaran dialog damai hanyalah kesia-siaan jika tuntutan rakyat tidak dipenuhi. Beliau berkata, "Bagaimana mungkin kita hendak membicarakan perdamaian kalau rakyat masih terus ditangkapi dan dijebloskan ke penjara tanpa proses hukum? Dalam keadaan rakyat harus menghadapi kesulitan-kesulitan hidupnya sendiri? Dalam keadaan ribuan orang kehilangan pekerjaaannya? Dalam keadaan sekedar membaca syair dan puisi-puisi harus dilarang-larang dan ditangkapi? Dan dalam keadaan pembohongan publik masih terus dilakukan oleh rezim Ali Khalifah?"

 

Ayatullah Qasim mengakhiri khutbah revolusionernya dengan mengatakan, "Yang kita inginkan adalah kehidupan yang adil, namun yang mereka kehendaki adalah kehidupan yang saling menindas dan zalim. Yang kita inginkan adalah kehidupan yang penuh dengan semangat persaudaraan, namun yang mereka kehendaki adalah kehidupan yang didasari rasa saling mencurigai dan menebar permusuhan satu sama lain. Yang kita inginkan adalah negeri yang penuh kedamaian dan rasa tentram, sementara yang mereka kehendaki adalah negeri yang selalu berada dalam kondisi perang. Namun Allah swt akan memberikan kemenangan kepada mereka yang ikhlas dalam melakukan amal-amalnya."