Menurut Kantor Berita ABNA, berbagai gerakan dukungan dan pengungkapan ikut dalam kesedihan di Iran dan juga berbagai Negara yang lain terkait apa yang terjadi di Bahrain sebagai teriakan pembelaan atas kedhaliman yang menimpa masyarakat Negara ini.
Yang kami uraikan disini adalah kejadian yang terjadi pada hari ke-86 pergerakan Masyarakat Bahrain.
Gerakan melalui jalur laut untuk bergabung dengan masyarakat Bahrain.
Pimpinan utama pembantu revolusi Islam Bahrain mengumumkan bahwa karapan pertama dari Teheran akan berangkat menuju Bahrain pada hari sabtu 14 Mei mendatang.
Mahdi Aqrariyan menambahkan, “Sebelum berangkat kami akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat Negara Iran dan juga pasukan keamanan serta para wakil dari Majelis Permusyawaratan Iran.”
"Dari Teheran kami akan bertemu dengan Ayatullah Nuri Hamadani di kota Qom dan juga melakukan ziarah bersama di pusara Imam Khomaini ra. Setelah itu kami jadwalkan pada hari minggu sudah berada di kota Busyahr.”
“Untuk sementara ini sudah ada satu kapal yang sudah siap untuk mengangkut surat-surat dari warga Iran yang ditujukan untuk warga Bahrain.” Kembali Aqrariyan menambahkan.
"Dari Teheran kami berangkat dengan tiga bis dan satu bis lagi khusus untuk kru media massa, dalam perjalanan kami tidak menolak jika ada pihak-pihak lain yang ingin bergabung dengan rombongan kami." Ungkapnya.
Maysarakat Bahrain memiliki hak untuk menuntut hak mereka sebagai warga sipil.
Sekaitan dengan penghukuman mati empat orang warga Bahrain pad tanggal 28 April perdana menteri Swiss menyampaikan rasa keberatannya.
Dengan menjelaskan bahwa empat orang ini mendapat hukuman tersebut hanya dikarenakan ikut dalam aksi demo damai maka sudah diminta pada petinggi Bahrain untuk memberikan keringanan atas hukuman yang sudah ditetapkan. Dalam pemaparan ini juga dijelaskan bahwa sampai sekarang Swiss sudah memberikan pendapatnya sekaitan dengan kondisi yang dihadapi oleh Negara Bahrain. Swiss memberikan penekanan agar selanjutnya pemerintahan Bahrain mengambil langkah dialog sebagai bentuk upaya penyelesaian.
Masyarakat Bahrain memiliki hak untuk menuntut hak mereka sebagai warga sipil.
Kelompok Basiji kelompok hak asasi kemanusiaan wilayah Qom menyampaikan pernyataan penekanan sekaitan hak-hak yang dimiliki warga sipil Bahrain.
Dalam pernyataan ini disampaikan permintaan pada organisasi Internasional dan persatuan antar bangsa-bangsa untuk mendengar hakikat kebenaran, dan juga meminta mereka untuk membuat pernyataan atas pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintahan Bahrain selama ini. Meminta agar kekejaman itu dihentikan begitu juga pelarangan serta penghentian pengiriman pasukan asing ke Bahrain sebagai bentuk turut campur dari Negara Asing. Terakhir mereka meminta pemerintah Bahrain agar mengabulkan tuntutan masyarakat Bahrain.
Berkumpulnya para pelajar dan dosen universitas Islami Qom.
Para tenaga pengajar, pegawai berikut para mahasiswa Universitas Islam Qom berkumpul bersama menentang pembantaian yang yang dilakukan oleh Ali Khalifah di Bahrain.
Mereka menjadikan kesempatan itu untuk mengingat para pejuang dan syuhada pada gerakan kebangkitan Islam.
Yel-yel yang mereka dengungkan sebagai bentuk penentangan kebijakan Ali Su’ud dan Ali Khalifah diantaranya, “Wahabi Saudi salah satu pendukung Zionis”, “Ali Khalifah adalah penghianat Umat Islam.”
Surat kesedihan seorang wanita Bahrain atas siksaan berupa pukulan dan juga berbagai siksaan yang tidak layak untuk diungkapkan.
Ini adalah isi surat yang dikirimkan salah satu wanita (perawat) korban di Bahrain atas siksaan yang telah dia terima dari pasukan keamanan Ali Khalifah, bentuk perlakuan mereka pada para penentang pemerintah. Sebuah kisah yang menceritakan bagaimana kekejaman yang terjadi di sebuah Negara kecil Arab ditengah-tengah Negara Eropa.
Perawat ini mengirimkan surat elektrik (e-mail) kesalah satu media masa bernama Independent menulis, ”Suatu hari saya dan beberapa teman saya dicekal ketika kami sedang berada di Rumah sakit. Mereka mengungkapkan kata-kata yang sebelumnya belum pernah saya dengar.”
Pertama mereka menendang muka saya. Kemudian memukuli saya. Kemudian mereka mengambil uang yang saya punya dan berkata, “ Uang ini kamu dapatkan dari jalan yang tidak benar, dijalan-jalan apa yang kamu inginkan, Shiah yang bus…k, pemerintah sudah memberikan fasilitas untuk kalian untuk belajar, bahkan juga memberikan beasiswa sudah begitu mengapa kamu turun ke jalan dan mengungkapkan aspirasi-aspirasi penentangan pada pemerintah?”
Selanjutnya wanita ini menuliskan. Siksaaan yang sebenarnya dimulai ketika mereka menutup mata saya dan teman-teman sepekerjaan dengan saya, mereka kemudian membawa saya dengan keadaan mata tertutup ke suatu kamar dan mempertanyai saya, saya disuruh berlari dan berulang kali saya menabrak tembok, karena itu saya mengalami beberapa patah tulang dan juga luka di pelipis saya.
Pengakuan wanita-wanita Bahrain atas siksaan yang mereka terima dari pemerintahan Ali Khalifahh.