Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Ali Khamanei, Pemimpin Besar Republik Islam Iran dalam pertemuannya dengan ribuan guru perwakilan dari seluruh kota di Iran menyebutkan bahwa kewajiban terpenting dari seorang guru adalah mendidik para generasi yang akan terus menggerakan perjalanan roda revolusi islam di Iran. Beliau berkata, "Guru yang diharap mampu menjadi teladan dan dibebankan kepadanya tugas mulia untuk memajukan negeri ini adalah yang beriman, bertawakkal, mulia, pemberani, sabar dan optimis serta memiliki akhlak yang baik."
Hadhrat Ayatullah Ali Khamanei kemudian mengingatkan mengenai sosok Ayatullah Murtadha Muthahari, sebagai tokoh tauladan bagi seorang guru. "Tokoh besar ini memiliki banyak kemuliaan dan keberkahan, bukan hanya dalam bidang keilmuan dan pendidikan namun Allah juga memberikan keberkahaan dalam perjuangannya. Allah telah memberikan kepada beliau kesyahidan sebagai puncak perjuangan sehingga semangatnya tetap hidup dan perjuangannya sampai saat ini tidak lekang dalam ingatan."
Beliaupun kemudian menjelaskan peran dan tugas guru lebih lanjut, "Guru adalah seseorang yang berperan besar dalam menciptakan masa depan yang cerah bagi sebuah bangsa. Ialah yang mencetak orang-orang besar di kemudian hari, orang-orang yang akan berjuang di jalan yang benar, serta orang-orang yang akan memimpin dan menjalankan roda pemerintahan kelak. Karenanya, seorang guru layak untuk mendapat penghormatan akan jasa-jasanya. Jika Negara Republik Islam Iran ini menginginkan tegaknya bendera Islam, mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat dan menjadi contoh dan teladan baik bagi Negara-negara lain, maka tidak ada jalan lain selain memiliki guru-guru yang beriman, mulia, pemberani, berilmu yang kemudian mencetak generasi yang lebih baik dari mereka."
"Mendidik generasi muda untuk menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa adalah perintah Allah swt yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an." Tegas beliau.