Menurut Kantor Berita ABNA, para pelajar asing yang sedang menuntut ilmu di Hauzah Ilmiyah Qom Republik Islam Iran, Jum'at (8/4) mengadakan unjuk rasa di hadapan kantor perwakilan PBB dan kedutaan besar Arab Saudi di Teheran. Mereka mengecam agresi biadab yang masih terus berlangsung di Bahrain. Mereka juga menuntut agar Arab Saudi menarik pasukan militernya dari Bahrain dan tidak turut campur dengan urusan dalam negeri Bahrain.
Para pengunjuk rasa yang terdiri dari ratusan pelajar dari berbagai Negara tersebut dengan meneriakkan yel-yel kehancuran dan kebinasaan untuk AS, Israel dan Arab Saudi mengecam dan mengutuk keras agresi militer yang diterapkan rezim Al Khalifah atas warga sipil yang tak bersenjata.
Dalam unjuk rasa tersebut, beberapa pelajar asing sebagai perwakilan masing-masing negaranya menyatakan pernyataan sikapnya. Mereka turut mengecam PBB dan organisasi internasional lainnya yang terkesan berdiam diri saja terhadap kebiadaban yang terus terjadi di Bahrain. Setelah mengajukan tuntutannya di hadapan kantor kedutaan besar Arab Saudi dan kantor perwakilan PBB di Teheran, pala pelajar asing yang menuntut ilmu di Hauzah Ilmiyah Qom tersebut sebelum kembali ke Qom, menyempatkan diri berziarah ke makam Imam Khomeini ra, dipinggiran kota Teheran.
Pada waktu yang sama di tempat yang berbeda, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas se Iran berkumpul di Masjid Ahlul Bait Qom. Para mahasiswa tersebut mengeluarkan pernyataan sikap berupa himbauan kepada umat Islam untuk menjalin persatuan dan saling mendukung satu sama lain demi mewujudkan kebangkitan Islam, kecaman mereka terhadap pembunuhan rakyat Bahrain dan juga kecaman mereka terhadap PBB yang tidak menjalankan perannya dengan baik sebagai organisasi internasional yang didirikan untuk mewujudkan perdamaian dunia.