Menurut Kantor Berita ABNA, rakyat Arab Saudi kemarin setelah shalat Jum'at (2/4) melakukan unjuk rasa menuntut pemerintahan Saudi segera menghentikan bantuan dan dukungannya terhadap rezim Hakim di Bahrain, dan meminta agar pasukan militer Arab Saudi segera ditarik dari Bahrain.
Warga kota Qutaif bagian timur Arab Saudi, lebih jauh menuntut agar mereka sebagai warga Negara Saudi diperhatikan hak-haknya. Untuk mencegah meluasnya aksi unjuk rasa, dua hari sebelumnya pihak kerajaan telah mengirimkan pasukan keamanan dan anti hura-hara dan menetapkan kota Qutaif dalam keadaan darurat.
Ali Hasan, salah seorang aktivis anti rezim Saudi dalam aksi tersebut berkata, "Warga kota Qutaif melakukan aksi unjuk rasa dan penolakan terhadap kehadiran militer dan pihak keamanan yang disebar di seluruh penjuru Qutaif."
Beliau lebih lanjut berkata, "Pihak militer dan keamanan Saudi sudah memasuki kota Qutaif sejak dua hari lalu dan menyebar sampai kepelosok desa dan semua bagian kota Qutaif." Namun keberadaan militer tersebut tidak menghalangi warga Qutaif untuk tetap mengadakan aksi unjuk rasa. Sementara warga kota Ahsa, tidak lagi dapat melakukan aksi unjuk rasa karena selain mendapat penjagaan ketat dari pihak militer, kota Ahsa juga diembargo secara ekonomi.