31 Maret 2011 - 19:30

Ayatullah Nuri Hamadani dalam ceramahnya menyebutkan setiap muslim berkewajiban memberikan bantuan kepada rakyat Bahrain yang sedang berjuang untuk meraih kebebasan dan hak-haknya. "Kita harus membantu mereka baik dalam bentuk dukungan secara moril maupun bantuan material." Tegasnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Husain Nuri Hamadani, salah seorang ulama marja taklid dalam kelas fiqih yang diasuhnya di Masjid A'zam Qom menyinggung situasi terakhir di Bahrain dengan menegaskan bahwa diam terhadap persoalan di Bahrain dengan tidak memberikan dukungan dan bantuan tercatat sebagai dosa dan menyokong kezaliman. Beliau menegaskan bahwa setiap muslim harus memberikan dukungan atas perjuangan rakyat Bahrain serta memberikan bantuan baik berupa dukungan moril, do'a maupun bantuan material yang mereka butuhkan.

Ulama marja yang menegaskan bahwa rakyat Iran mendukung perjuangan rakyat Bahrain lebih lanjut berkata, "Kita sebagai muslim tidak boleh berdiam diri menyikapi persoalan ini, dan kita mesti  tahu diam adalah sebuah kesalahan."

Hadhrat Ayatullah Nuri Hamadani selanjutnya memberikan kecamannya terhadap pelaku kezaliman dan pembunuhan rakyat dan kaum muslimin Bahrain. "Rakyat Bahrain dalam kondisi sulit, beberapa dari ulama mereka dipenjarakan. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menambah penderitaan rakyat Bahrain dengan mengirimkan pasukan militer mereka memasuki Bahrain." Ucapnya.

Beliau kemudian melanjutkan, "Arab Saudi dan Emirat memberikan bantuannya terhadap pemerintahan Al Khalifah dengan turut membunuhi kaum muslimin, apakah ini bukan sesuatu yang menyakitkan dan memilukan buat kita?. Rakyat Bahrain saat ini sejatinya sedang berjihad, sebab Islam tidak menginginkan kaum muslimin menjadi lemah dan terhinakan."

Beliaupun kemudian menyebutkan kebangkitan umat Islam yang saat ini sedang terjadi di beberapa Negara Islam sedikit banyaknya dipengaruhi oleh revolusi Islam Iran 30an tahun lalu. "Insya Allah, kebangkitan dan kesadaran umat Islam ini akan terus menyebar." Ucapnya optimis. Lebih lanjut beliau menyebutkan bahwa Islam mengajarkan perlawanan terhadap kezaliman, karena itu umat Islam harus bangkit menghadapi kekuatan adidaya yang dipelopori Amerika Serikat yang telah jelas-jelas hanya mendatangkan kesengsaraan bagi Negara-negara Islam. "Tunduk kepada kemauan Amerika Serikat adalah kehinaan." Tegasnya.

Ulama marja taklid ini diakhir ceramahnya menceritakan mengenai perjalanannya selama sepekan di Tanzania dalam rangka tabligh. Beliau berkata, "Tanzania adalah salah satu Negara Islam. Namun pemerintahannya dibawah penguasaan Amerika Serikat. Apapun yang menjadi kebijakan pemerintah harus sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat. Apakah sebagai muslim ini bukan kehinaan?"