27 Maret 2011 - 19:30

Menurut laporan awal, ledakan bom oleh kelompok Jihad Islam telah membunuh dan melukai puluhan warga Zionis Israel. Juru bicara kelompok Jihad Islam mengatakan tindakan tersebut adalah reaksi biasa kepada kezaliman rezim Zionis yang selama ini telah menjajah rakyat Palestina. Katanya, "Serangan ini adalah jawaban kami atas serangan-serangan rezim Zionis pada beberapa malam sebelum ini".

Menurut Kantor Berita ABNA, ledakan bom dalam sebuah bus di Humah, Baitul Maqdis telah melukai 30 warga Zionis. Salah satu sumber berita setempat menyebutkan, kemungkinan besar diantara mereka yang terkena ledakan bom tersebut ada yang  terbunuh.

Meski demikian laporan awal menyebutkan ledakan dahsyat tersebut menyebabkan puluhan orang terbunuh dan cidera. Pihak kepolisian rezim Zionis segera menutup seluruh jalan yang menuju lokasi kejadian sesaat setelah terjadi ledakan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan beruntun.

Lokasi ledakan bom terletak beberapa ratus meter tidak jauh dari kantor-kantor kementerian luar dan perdana menteri Israel serta beberapa pejabat penting pemerintahan.

Jurubicara batalion al-Quds sayap Jihad Islam, Abu Ahmad menyatakan bahwa operasi syahid ini adalah reaksi biasa terhadap kezaliman rezim Zionis atas warga Palestina selama ini. Beliau mengatakan, "Serangan ini adalah tindakan balasan terhadap beberapa serangan Zionis atas warga Palestina pada malam-malam lalu".

Sebelum ini sekurang-kurangnya delapan orang dilaporkan terbunuh dalam rangkaian kekejaman Zionis terhadap rakyat Palestina.

Abu Ahmad menegaskan, "Kebangkitan Palestina hari ini lebih gagah dari kemarin dan ia mampu memberikan jawaban kepada kezaliman Zionis kapan saja".

Beliau menambahkan, "Ledakan demi ledakan di al-Quds membawa pesanan kepada musuh, yakni Zionis bahwa kezaliman mereka terhadap warga Palestina tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan aksi balasan. Kebangkitan Palestina akan memberikan reaksi terhadap setiap kekejaman Israel.

Salah seorang pemimpin sayap Jihad Islam Palestina turut menegaskan, "Operasi-operasi Quds membawa pesanan kepada rezim Zionis bahwa perjuangan rakyat Palestina mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi Zionis secara mendalam".