Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Ali Khamanei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran setelah mengucapkan selamat tahun baru dalam ceramah penyambutan masuknya tahun baru dan awal musim semi di hadapan ribuan warga Masyhad, kemudian menyampaikan beberapa poin penting. Berikut petikan-petikan penting dari ucapan Rahbar:
- Hari ini, ada 3 poin penting yang ingin saya sampaikan.
1. Pencapaian yang kita capai tahun sebelumnya.
2. Persoalan-persoalan yang akan kita hadapi di tahun selanjutnya, dengan memperhatikan slogan tahun ini, sebagai tahun Jihad Ekonomi.
3. Pandangan dan sikap kita terhadap peristiwa-peristiwa penting yang tengah berlangsung di dunia Islam saat ini.
Pencapaian Tahun Sebelumnya
- Tahun 1389 HS kita tetapkan sebagai tahun "Tekad Ekstra dan Kerja Ekstra". Pemerintah dan rakyat Alhamdulillah merealisasikan slogan dan syiar ini dengan baik, dengan menunjukkan kesungguhan dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan kerja-kerja yang telah diamanahkan.
- Satu peristiwa penting yang terjadi tahun sebelumnya adalah kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Yang kita capai mengalami kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya. Ini sebagaimana yang disampaikan Imam Maksum as, "Ilmu adalah kekuatan". Yaitu, ilmu bagi satu umat atau seseorang adalah suatu kekuatan. Alhamdulillah, kaum muda kita mampu mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam bidang ilmu dan tekhnologi.
- Kemajuan IPTEK yang dicapai oleh para ilmuan kita juga telah menjadi perbincangan internasional. Bahkan beberapa media internasional menyebutkan Negara kita lebih maju dari banyak Negara lainnya dalam bidang pencapaian IPTEK.
- Beberapa poin penting yang ingin saya sampaikan dalam hal pencapaian kemajuan dalam bidang IPTEK ini, yang pertama, ilmuan kita yang berkhidmat dalam hal ini rata-rata masih berusia muda dengan umur rata-rata 35 tahun. Yang kedua, apa yang telah dihasilkan para ilmuan kita ini, sangat laku dipasaran sehingga secara otomatis meningkatkan pendapatan Negara.
- Dari puluhan tahun sebelumnya sampai sekarang ada yang menyebutkan bahwa penghasilan utama Negara adalah minyak. Negara cukup menjual minyak dan menjalankan roda pemerintahan dengan uang hasil minyak tersebut. Ini adalah pandangan yang salah, sebab jika tanpa minyak Negara tidak akan bisa berjalan. Sekedar menjual apa yang telah ada, tidak menunjukkan kemandirian. Alhamdulillah, kita juga bisa memproduksi yang melepas ketergantungan kita terhadap minyak.
- Tahun sebelumnya juga Negara telah berhasil mengatasi pengangguran dengan menciptakan 16 ribu lapangan pekerjaan baru. Ini menunjukkan keseriusan Negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya.
- Meskipun tahun 1389 HS yang kita tetapkan sebagai tahun Tekad Ekstra dan Kerja Ekstra telah berlalu, bukan berarti syiar tersebut kita tinggalkan juga. Tekad dan Kerja Ekstra bukan hanya khusus tahun 1389 HS namun untuk tahun-tahun berikutnya, sampai Iran mencapai cita-cita luhurnya.
Tahun Jihad Ekonomi
- Dalam tahun baru ini, perbaikan di bidang birokrasi, pendidikan dan kebudayaan adalah sesuatu yang sangat penting. Namun dari kesemua bidang itu, persoalan ekonomilah yang lebih utama. Jika Negara kita mampu menyelesaikan persoalan dalam bidang ekonomi bahkan mencapai kemajuan, maka tidak diragukan lagi, persoalan lainnya insya Allah bisa teratasi, dan Negara-negara Islam lainnya akan turut merasakannya.
- Keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam masalah ekonomi adalah sesuatu yang wajib dan saya yakin hari demi hari akan mengalami kemajuan. Pemerintah juga harus memainkan perannya dengan baik dalam persoalan ini. Dan jika kita ingin ini terlaksana dan memulainya dari tahun 1390 ini, maka kita harus melakukannya dengan penuh kesungguhan dan semangat jihad.
- Bangsa kita dari dulu sampai sekarang memiliki semangat jihad yang tinggi. Ini tetap harus dipertahankan dengan menunjukkan kesungguhan khususnya dalam bidang ekonomi.
- Hal terpenting lainnya adalah persatuan dan kesatuan nasional yang harus tetap dijaga. Kecintaan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tetap harus dijaga dan jangan sampai rusak. Keinginan terbesar musuh adalah perpecahan umat. Musuh dengan berbagai cara akan merusak persatuan yang telah terjalin. Karenanya antara rakyat dan pemerintah harus saling mendukung dan saling menguatkan.
Sikap Mengenai Peristiwa Terkini di Dunia Islam
- Peristiwa yang tengah berlangsung saat ini di kawasan Timur Tengan dan Afrika Utara adalah sebuah peristiwa yang sangat penting. Perubahan besar telah terjadi secara mendadak dan menunjukkan kebangkitan umat Islam. Kejadian besar yang terjadi puluhan tahun lalu di Iran, saat ini juga terjadi di beberapa negera berpenduduk muslim.
- Dua kekhususan dalam perubahan tersebut adalah, kebangkitan rakyat didasari oleh niat tulus, tidak hanya oleh fisik mereka namun juga oleh hati-hati mereka yang menginginkan perubahan sistem pemerintahan yang berdasarkan nilai-nilai agama. Kekhususan yang kedua, kebangkitan tersebut dimotori oleh semangat keagamaan yang tidak ingin tunduk pada pemerintahan zalim. Kedua kekhususan tersebut jugalah yang dimiliki rakyat Iran di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, sehingga berhasil menggulingkan dinasti Pahlevi. -Kemarahan rakyat Mesir oleh pemerintahan Mubarak dilatari oleh kesetiaan Mubarak dalam melayani kepentingan-kepentingan Israel. Mubarak menutup mata atas penderitaan rakyat Palestina bahkan membangun dinding 30 m di kawasan perbatasan untuk mencegah penduduk Palestina mengungsi ke Mesir.
- Demikian halnya yang terjadi di Libiya. Di awal pemerintahannya, Qhadafi menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang anti Barat. Namun tahun-tahun terakhir di kekuasaannya ia malah berbalik melayani kepentingan Barat dan mengabaikan kepentingan rakyatnya.
- Kita mengecam dan mengutuk tindakan biadab rezim Libiya yang membunuhi rakyatnya sendiri. Dan juga kita tidak sepakat atas turut campurnya AS dan Barat mengenai persoalan di Libiya. Mereka mengajukan alasan masuknya mereka ke Libiya karena hendak menolong rakyat Libiya yang tengah dihabisi oleh tentara bayaran Qhadafi . itu hanyalah alasan yang dibuat-buat, sebab mengapa baru hendak menolong dan membela setelah kejadian ini telah berlangsung lebih dari sebulan? Yang mereka incar sesungguhnya adalah minyak dan memiliki daerah penguasaan di Libiya. Campur tangan AS dan Barat sangat tidak bisa dibenarkan.
- AS sebelumnya sangat mendukung para diktator tersebut, namun ketika mereka tahu para diktator tersebut tidak lagi bisa mempertahankan kekuasaannya maka AS meninggalkannya. Ini pelajaran besar buat Negara-negara lainnya, bahwa AS memperlakukan para diktator yang semula didukungnya namun ketika tidak bermanfaat lagi seperti kain yang jika telah kotor maka dicampakkan begitu saja.
- Munafik sesungguhnya adalah Amerika Serikat. Perbuatan nifaq sesungguhnya telah diamalkan oleh AS. Ketahuilah, Obama, Presiden AS pernah berkata, "Rakyat yang berkumpul di Maidan Azadi Iran, adalah juga yang berkumpul di Maidan Tahriri Mesir." Ucapan tersebut benar, sebab kesemua orang yang berkumpul di kedua maidan tersebut meneriakkan yel-yel yang sama, "Kehancuran untuk Amerika!".
- Setelah terjadi di Tunisia dan Mesir, dengan taufik Allah, kebangkitan umat akan terus menjalar ke Negara-negara lainnya.
- Masalah yang dihadapi rakyat Bahrain adalah juga yang dihadapi rakyat Mesir dan Libiya. Apa yang diinginkan rakyat Bahrain? Mereka menginginkan referendum. Mereka sama sekali selama ini tidak memiliki hak suara dan hak memilih. Dan ketika mereka menuntut untuk turut ambil andil dalam pemilihan, apakah ini tuntutan yang berlebihan?
- Masalah Bahrain tidak berbeda dengan masalah Mesir, Tunisia dan Libya. Sebab, masyarakat di Bahrain juga mengalami perlakuan pemerintah yang tak menghiraukan hak-hak mereka.
- Apakah karena rakyat Bahrain adakah orang Syiah sehingga mereka tidak punya hak untuk membela diri? Media malah tutup mulut atas tragedi di Bahrain, bahkan ada yang menyebutkan, konflik yang terjadi di Bahrain adalah konflik sektarian, perang antara Sunni dan Syiah.
- Karena Syiah, masyarakat Bahrain tak patut dibela dan didukung. Televisi-televisi yang menyiarkan detail peristiwa di kawasan, namun tak memberitakan pembantaian massal di Bahrain.
- Sejumlah politisi dan kolomnis di negara-negara Teluk Persia mengeluarkan pernyataan-pernyataan kosong dan menganggap masalah Bahrain sebagai masalah Sunni-Syiah. Padahal masalahnya bukanlah demikian. Masalahnya adalah aksi protes sebuah bangsa atas kezaliman yang ada. Masalah Bahrain tidak berbeda dengan masalah Tunisia, Mesir, Libya dan Yaman,
- Mengapa bangsa Iran membela bangsa Bahrain? Bangsa Iran membela semua bangsa yang tertindas. Kami selama 32 tahun mendukung bangsa Palestina. Adakah negara yang membela bangsa Palestina seperti Iran?!! Apakah bangsa Palestina bermadzhab Syiah?!! Terkait Gaza, masyarakat Iran benar-benar berusaha keras membantu bangsa tertindas Gaza. Bahkan para pemuda Iran mendatangi bandara supaya diberangkatkan ke Gaza dan berperang terhadap Israel. Masyarakat Iran menunjukkan solidaritas yang luar biasa kepada Gaza, Palestina, Tunisia dan Mesir. Padahal mereka bukan Syiah. Ini bukan masalah Sunni dan Syiah. Akan tetapi AS dan Barat berupaya mengangkat masalah Bahrain sebagai isu Sunni-Syiah."
- Intervensi militer Arab Saudi terhadap Bahrain adalah langkah keliru. Langkah ini menyebabkan Arab Saudi dibenci masyarakat dunia.
- Jika AS dibenci masyarakat di kawasan, maka itu tidaklah terlalu penting karena jarak AS yang sangat jauh dengan kawasan. Akan tetapi jika Arab Saudi dibenci di masyarakat kawasan, maka itu adalah kerugian yang besar. Untuk itu, Arab Saudi telah melakukan kesalahan dan negara manapun yang melakukan langkah ini juga akan dihadapkan pada kekeliruan yang sama.
- Rakyat Bahrain pasti akan meraih kemenangannya. Dengan pertolongan Allah, kemenangan rakyat Bahrain telah sedemikian dekat, dan insya Allah pasti akan datang.