Menurut Kantor Berita ABNA, Mrs. Bahiyah Al 'Aradi perawat asal Bahrain di kawasan Qadam harus meregang nyawa oleh terjangan peluru pihak militer yang mencoba menghentikan aksi unjuk rasa dengan cara kekerasan.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun sayang sebelum sempat mendapatkan perawatan medis, ia telah menghembusnya nafasnya yang terakhir pukul 20.00 kemarin malam (20/3). Separuh dari kepalanya hancur oleh terjangan peluru.
Korban lainnya, seorang perawat laki-laki bernama Abdurrasul Hasan al Hajiri juga terkena terjangan peluru yang akhirnya merenggut nyawanya. Beliau meninggal dunia dalam usia 38 tahun dan tercatat sebagai anggota resmi tim medis departemen kesehatan Bahrain. Beliau meninggalkan 3 anak (dua perempuan dan satu anak laki-laki yang masih bayi).
Sampai sekarang tercatat puluhan orang warga Bahrain yang gugur dalam aksi ujuk rasa menentang rezim kerajaan Bahrain dan menuntut pemerintahan bersih dan berkeadilan.
Berikut daftar nama-nama 16 orang yang identitasnya dapat diidentifikasi:
Abdul Hadi 'Ali Masyima'. 2. Fadhil Matruk. 3. Mahmud Makki 'Ali Abu Naji. 4. Ali Manshur Khadir. 5. Isa Abdul Hasan. 6. Muhandis 'Ali Al Mu'min. 7. Ridha Muhammad Hasan Buhamid. 8. Ali Ibrahim Al Damistani. 9. Ahmad Farhan. 10. Jafar Abdullah Ma'yuf. 11. Ahmad Abdullah Hasan. 12. Isa Ali Ridha. 13. Hani Abdul 'Aziz Al Shabah. 14. Jawad Kadhim.15. Abdurrasul Hasan 'Ali Al Hajiri. 16. Mrs. Bahiyah Abdurrasul Al 'Aradi.