12 Maret 2011 - 20:30

Adanya perseteruan yang terjadi antara komunitas Sunni dan Syiah belakangan ini di Malaysia mendapat perhatian dari tokoh Syiah Malaysia, Sayyid Syaikh Al Attas. Menurut beliau, perseteruan tersebut hanya akan menguntungkan pihak musuh dan melemahkan diri sendiri.

Menurut Kantor Berita ABNA, adanya pergesekan antara komunitas Sunni yang mayoritas dan komunitas Syiah yang minoritas di Malaysia menurut tokoh Syiah Malaysia Sayyid Al Attas berpeluang menimbulkan benturan sosial yang berefek kepada perpecahan umat Islam jika tidak segera diantisipasi. Menurut beliau, diantara cara untuk mengantisipasi timbulnya pergesekan yang lebih besar adalah umat Syiah Malaysia harus mereformasi kesyiahannya, khususnya dalam bentuk dakwah yang bil hak, mengajak kepada kebenaran dengan cara yang bijak. "Sudah sepatutnya, kita lebih mendampingi saudara kita Ahlu Sunnah. Kita perlu membuat program bersama mereka yang tidak menyentuh soal perbedaan mazhab dan lebih memfokuskan pada program-program ukhuwah Islamiyah (Persatuan umat Islam). Namun bukan berarti, kita harus menyembunyikan identitas Syiah, malah seharusnya, identitas Syiah harus lebih ditampakkan." Ajak beliau.

Menurut beliau, metode dakwah yang mesti dikedepankan adalah kerja sama, khidmat dan berbakti kepada agama, bangsa dan negara. Metode dakwah yang demikian dinilainya lebih bernilai positif dan tampak nyata dibandingkan dakwah yang hanya mengandalkan penyampaian secara lisan. "Mengapa ini lebih perlu? karena jangan sampai kita lalai dan mengenyampingkan kerja-kerja yang lebih penting dan utama, dan juga agar kita tidak lupa bahwa musuh yang sebenarnya adalah AS dan Zionis Israel dan bukannya Sunni. Itu yang lebih penting." Tegasnya.

Dalam wawancaranya dengan kru situs www.islamwilayah.com , lebih lanjut beliau berkata, "Dan rasanya perlu juga saya sampaikan ini kepada musuh-musuh Islam bahwa apapun usaha yang mereka lakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menekan dan membekap ajaran Ahlul Bait as, Ketahuilah, hal itu hanya akan menguntungkan kami pengikut Ahlul Bait as dan ajaran Ahlul Bait as itu sendiri. Semakin pihak musuh menekan, akan semakin menguatkan dan menguntungkan kami."

Diakhir wawancaranya, beliau memberikan nasehat kepada umat Syiah Malaysia, "Saya ingin mengajak masyarakat syiah Malaysia untuk duduk berfikir sejenak dan menilai setiap kerja-kerja yang kita lakukan untuk Ahlul bait as, apakah semua itu bersesuaian dengan tuntutan dan kehendak Wali Faqih atau tidak?. Karena percayalah bahwa satu-satunya jalan untuk kita menangani masalah umat Islam dan untuk kita berhadapan dengan musuh yang sebenarnya adalah dengan berpegang teguh pada landasan Wali Faqih, bukan untuk mensyiahkan atau mensunnikan siapapun, tetapi untuk bersatu dalam berhadapan dengan musuh dan demi menjaga kehormatan Islam dimana berada."

Selanjutnya Syaikh Sayyid Al Attas, menyampaikan nasehatnya yang ditujukan kepada umat Islam, "Saya ingin mengajak seluruh umat Islam untuk merenungkan sebuah ayat Al-Quran dari surah Al-Imran ayat 103 yang berbunyi:

'Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara.'

Coba kita bayangkan jika kita berseteru antara Sunni dan Syiah siapa yang akan untung dan rugi dari hal ini?. Pastinya musuh-musuh Islam yang akan untung dan malah kita umat Islam yang akan rugi. Kita perlu lebih berhati-hati dengan kerja-kerja yang kita lakukan walaupun tampak baik tapi jangan sampai musuh malah mengambil kesempatan menyelinap masuk untuk memecah-belahkan umat Islam serta merusak citra suci Islam.

Kita perlu melipat gandakan kehati-hatian kita dalam bekerja untuk Islam.Insyallah, kita yakin bahwa kemenangan besar yang dijanjikan Allah untuk Islam pasti akan terjadi, maka perhatikanlah kerja-kerja kita supaya menjadi kerja yang menguntungkan ummat. Perhatikan dan jalankan kerja-kerja yang lebih penting, karena dengan itu musuh akan kerugian."