8 Maret 2011 - 20:30

Membantu pihak kerajaan, ulama-ulama pilihan raja, sepakat mengeluarkan fatwa haramnya berdemonstrasi karena melanggar syariat, menurut mereka yang syar'i adalah taat kepada pemimpin.

Menurut Kantor Berita ABNA, menanggapi ribuan tuntutan warganya untuk membebaskan tahanan politik yang ditahan tanpa melalui prosedur hukum yang jelas, Malik Abdullah, Raja Arab Saudi mengingatkan kembali warganya mengenai kebijakannya tahun lalu yang menyatakan, selain ulama-ulama yang ditunjuk Kerajaan, tidak seorangpun yang berhak mengeluarkan fatwa.  

Kerajaan Saudi tampak mulai terdesak dan jengah terhadap tuntutan warga Syiah Saudi. Ribuan warga Syiah Saudi sehabis melaksanakan shalat Jum'at, kembali melakukan unjuk rasa. Aksi demonstrasi diberbagai kota Saudi tersebut mulai merambah dan menjalar sampai ke kota Riyadh. Kerajaan Saudi menuding ulama-ulama Syiah adalah biang keladi dari aksi-aksi tersebut, sehingga mengingatkan bahwa selain ulama yang ditunjuk kerajaan, tidak ada yang berhak mengeluarkan fatwa apapun.

Membantu pihak kerajaan, ulama-ulama pilihan raja, sepakat mengeluarkan fatwa haramnya berdemonstrasi karena melanggar syariat, menurut mereka yang syar'i adalah taat kepada pemimpi meskipun zalim, selama tidak meninggalkan shalat.