2 Maret 2011 - 20:30

Menyikapi fatwa beberapa ulama Mesir dan Arab Saudi yang mengharamkan demonstrasi menentang kezaliman, Syaikh Yusuf Qhardawi menyebut fatwa tersebut bukan hanya tidak syar'i namun juga menentang Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Yusuf Qhardawi, Ketua Persatuan Ulama Islam menanggapi fatwa beberapa ulama Salafi di Arab Saudi yang mengharamkan demonstrasi dengan menyatakan, "Dalam pandangan pengikut Salafi, kebangkitan rakyat dalam mencetuskan revolusi sebagai sesuatu yang ilegal dan menentang syariat."

Syaikh Yusuf Qhardawi melanjutkan pernyataannya di hadapan beberapa ulama Islam dengan berkata, "Menurut Salafiyun, protes terhadap kezaliman penguasa secara terbuka dan terang-terangan adalah fitnah besar, sementara penentangan atas kezaliman adalah aturan Islam yang tidak bisa diabaikan."

"Kezaliman adalah akar dari kebangkitan rakyat. Jika penguasa dalam sebuah negeri yang mayoritas muslim melakukan banyak kezaliman dan menginjak-injak aturan Islam dan tidak lagi menjadi pelindung dan pengayom rakyatnya, maka sudah menjadi kewajiban masyarakat muslim untuk bangkit menentang penguasanya untuk kemudian menciptakan masyarakat madani yang sesuai dengan aturan Islam." Lanjutnya.

Pernyataan Syaikh Yusuf Qhardawi tersebut sejalan dengan pernyataan Ayatullah Makarim Syirazi beberapa waktu sebelumnya yang meminta kepada ulama-ulama Mesir dan Arab Saudi untuk tidak menghalangi kebangkitan rakyatnya menentang kezaliman dengan fatwa-fatwa pengharaman yang pada dasarnya tidak mempunyai landasan syar'i.