Menurut Kantor Berita ABNA, kurang lebih selama 4 tahun warga Syiah di Pachinar mendapat teror dari kelompok Wahabi, ratusan orang dari mereka telah syahid oleh serangan-serangan yang tidak bertanggungjawab. Untuk mengakhiri hal tersebut, telah diadakan sebuah pertemuan dan sepakat untuk kedua belah pihak untuk mengadakan perdamaian. Setelah penandatangan perjanjian perdamaian tersebut, kehidupan warga Pachinar kembali normal, mereka tidak merasa khawatir lagi mendapat serangan teroris jika bepergian.
Hanya saja, belum genap setahun, butir-butir perdamaian dari perjanjian tersebut telah diinjak-injak. Rabu (2/3) sebuah bahan peledak yang dikontrol dari kejauhan meledak ditengah-tengah rombongan warga Pachinar yang sedang melakukan perjalanan ke kota Peshawar. Ledakan bom tersebut mengakibatkan 19 orang diantaranya mengalami luka berat.
Hanya berselang beberapa jam, ledakan lainnya juga terjadi di kawasan Mamukhur. Ledakan tersebut melukai beberapa perempuan dan anak-anak yang tercatat sebagai warga Syiah. Setelah membawa para korban ke Rumah Sakit, warga Syiah setempat melanjutkannya dengan melakukan demonstrasi mengutuk tindakan biadab tersebut.
Perjanjian perdamaian yang telah disepakati pihak Syiah dan 6 kabilah Sunni serta didukung oleh kelompok Taliban terciderai oleh aksi peledakan bom tersebut. Sayangnya pihak keamanan Pakistan terkesan berdiam diri menyikapi kejadian tersebut.