Menurut Kantor Berita ABNA, masyarkat Bahrain untuk kesekian kalinya melakukan aksi. Hari rabu sebagai hari ke-10 aksi mereka dalam menuntut Hakim dan keluarganya. Beberapa ratus ribu orang bersama-sama. Kondisi sudah mulai berubah.
Yang kami ulas disini adalah kejadian yang terjadi pada hari Rabu di Bahrain.
Jam 00.05 Waktu Teheran. Bebasnya para tahanan.
Dengan keteguhan masyarakat Raja Bahrain terpaksa mengeluarkan perintah untuk membebaskan beberapa tahanan politiknya dan beberapa tahanan pun dibebaskan
Jam 00.15 waktu Teheran. Aksi besar-besaran dan mundurnya pemerintah.
Pada hari selasa aksi besar-besaran menyebabkan pemerintah Bahrain menyerah salah satu tanda darinya adalah dibebaskannya beberapa tahanan politik.
Dalam Aksi hari selasa diusung tema ”Ikatan setia pada para Syahid” pada aksi ini turut hadir dari kalangan Syiah maupun Suni.
Jam 00.30 waktu Teheran. Tahanan politik yang baru bebas sudah berada di Bundaran Lu’lu’ah.
15 orang tahanan politik Bahrain yang baru bebas langsung bergabung dengan masyarakat. Masyarakat pun menyambut mereka dengan sangat antusias.
Jam 01.00 waktu Teheran. Pembebasan para tahanan hanya salah satu dari tuntutan masyarakat.
Nabil Rajab pimpinan organisasi pembela hak-hak asasi manusia Bahrain dalam sambutan atas bebasnya para tahanan politik berkata,” Ini baru salah satu tuntutan yang diajukan masyarakat Bahrain”.
Jam 01.30 waktu Teheran. Permasalahan utama adalah kurang adanya kerjasama.
Abdullah Sholeh wakil pimpinan Organisasi Amal Islami berkata,” Salah satu pokok permasalahan adalah pemerintah tidak mau memberikan otoritas permusyawarahan pada masyarkat”.
Dia menekankan,” Maka aksi di Bundaran Lu’lu’ah akan berlangsung hingga tercapai semua tuntutan mereka”.
Jam 02.00 waktu Teheran. Raja Bahrain pergi ke Arab Saudi.
Media pemberitaan resi Arab Saudi dalam lintas berita mengumumkan,” Hamid bin Isa Ali Khalifah raja Bahrain bersamaan dengan kembalinya Raja Arab Saudi ke Riyadh akan datang juga ke kota ini. Dalam kesempatan itu akan dibicarakan masalah yang sedang terjadi di Bahrain dan Manamah”.
Jam 02.15 waktu Teheran hentakan terakhir pada hari kamis.
Berdasarkan apa yang dinyatakan kelompok penentang pemerintah hari kamis adalah hari terakhir aksi dalam menurunkan pemerintah. Jika sampai hari itu pemerintah Bahrain tidak menyerah maka akan dimulai pembelotan masyarakat madani.
09.43 waktu Teheran. Terus berlangsungnya aksi masyarakat di Bundaran Lu’lu’ah.
Masyarakat Bahrain sudah siap untuk bertahan lama di Bundaran Lu’lu’ah. Para dokter membuat tenda pengobatan darurat di padang pasir sebagai jaga-jaga atas segala kondisi yang memungkinkan terjadi.
Masyarakat pada dialog dengan wartawan menekankan bahwa mereka tidak akan meninggalkan bundaran sampai mereka mencapai yang mereka inginkan.
Jam 10.15 waktu Teheran. Revolusi Iran sebagai prototipe revolusi masyarkat Bahrain.
Salah satu aktifis politik Bahrain di Bundaran Lu’lu’ah Manamah berkata bahwa masyarakat Bahrain dengan mengambil contoh dari masyaraakat Iran melakukan Revolusi melawan rezim Hakim. Shodiq Jamari dengan mengisyaratkan pada berkumpulnya masyarakat Bahrain secara menyeluruh di Bundaran tersebut berkata,” Para pemuda Bahrain dan masyaraakat revolusioner Bahrain secara tegas meminta kemunduran rezim Hakim dan sama sekali kami tidak setuju dengan bentuk kerajaan ataupun kerajaan bersyarat.
Jam10.42 waktu Teheran. Perubahan secara mendasar tuntutan masyarakat.
Pimpinan organisasi pemuda Bahrain menekankan bahwa sesuai perkiraan sebelumnya ratusan ribu orang pada aksi hari sebelumnya telah bergabung dalam aksi menuju Bundaran Lu’lu’ah masyarakat pun menginginkan perubahan mendasar pemerintahan.
Muhammad Musqaathi sore harinya menerangkan,” Secara khusus masyarakat mengusung yel-yel perubahan mendasar pada pemerintahan, perbaikan politik, dan hukum dasar pemerintahan”.
Musqathi terkait janji yang diikat ratusan ribu masyarakat berkata,”Aparat kepolisian menyerang dengan bengis masyarakat yang sedang melakukan aksi.
Berita ini terus berkembang hingga akhir malam.(*)