15 Februari 2011 - 20:30

Kerajaan Arab Saudi turut campur dengan ketegangan yang terjadi di Bahrain, dengan mengerahkan pasukan tentaranya untuk membubarkan massa yang berdemonstrasi.

Menurut Kantor Berita ABNA, demonstrasi warga Bahrain menentang kediktatoran sistem pemerintahan kerajaan dan kaum kerabatnya bermula sejak kemarin dan masih berlangsung sampai saat ini.

Demonstrasi yang awalnya direncanakan aman oleh tujuh partai politik kemudian berubah menjadi chaos, dengan kehadiran pihak keamanan yang bertindak secara agressif membubarkan ribuan massa. Tercatat sejak kemarin, telah jatuh satu korban jiwa dan 20 lainnya luka-luka. Kebangkitan rakyat di negara mayoritas Syiah ini kemungkinan besarnya terinspirasi oleh kemenangan revolusi di Tunisia dan Mesir.

Para aktivis demonstran Bahrain menuntut terjadinya perubahan politik, pembebasan aktivis yang dipenjarakan dan lain sebagainya.

Di tengah gelombang demonstrasi, tampak sejumlah kendaraan militer Arab Saudi yang telah memasuki Bahrain melalui jembatan Malik Fahad. Kedatangan kendaraan militer tersebut diduga untuk turut mengamankan rezim kerajaan Bahrain. Berita terkini dari bahrain hari ini pula menyatakan dua orang ditembak mati oleh pasukan keselamatan Bahrain di kota Manama. Di Timur Manama pihak kepolisian telah membubarkan demonstrasi dan menangkap beberapa pengunjuk rasa.