Menurut Kantor Berita ABNA, para demonstran sedang berunjuk rasa menuntut pembubaran pemerintahan Abdullah Shaleh. Demonstrasi berlangsung pada saat kondisi kawasan itu sedang kacau balau.
Ali bin Abdullah Shaleh lebih dari tiga puluh tahun berkuasa di Negara Yaman. Dia pernah berjanji untuk mengundurkan diri pada tahun 2013 setelah akhir masa kekuasaannya.
Para Demonstran Yaman meminta Ali bin Abdullah untuk menerapkan Demokrasi di Negara Yaman.
Bersamaan dengan demonstrasi penentangan Rezim Yaman unjuk rasa demonstran pendukung Ali Bin Abdullah juga tengah berlangsung. Salah satu demonstran berkata bahwa Demokrasi di yaman sekarang menjadi pemilik kekuasaan tertinggi karena ada dua kelompok berbeda tanpa dimasuki campur tangan aparat keamanan melangsungkan demonstrasi. Dia menambahkan bahwa pendukung Ali bin Abdullah Shalih memperkeruh suasana untuk Amerika Serikat, karena Amerika Serikat membutuhkan Yaman untuk memerangi Al-Qaidah.
Di Kota San’a, Ta’az dan Adn terjadi demonstrasi menentang pemerintah. Aparat keamanan Yaman sudah berhadapan dengan demonstran ini dimana puluhan demonstran sudah dilakukan pencekalan. Sebelum masalah ini Ahzab sebagai pihak penentang pemerintah memberikan pilihan pada Ali Abdullah Shaleh agar menyetujui perbaikan-perbaikan di Negara Yaman.
Ribuan pemuda demonstran menginginkan adanya perubahan mendasar di Negara mereka. Mereka membawa yel-yel yang sebelumnya dipakai masyarakat Mesir dan Tunisia. Para pendukung Ali Abdullah Shaleh serta aparat keamanan menempatkan jeruji-jeruji pengaman, mereka menggunakannya sebagai pembatas dan penghalang para demonstran yang hendak meransuk ke Bundaran Sabin Tahrir di Kota San’a. Muhammad Salim pembantu pimpinan komite persiapan dialog berkata, ”Bangsa Yaman telah menghadapi kemiskinan, kerusakan akhlak, dan kedzaliman hal ini menjadi penyeru masyarakat umum untuk melakukan revolusi."
Yasin Sa’ad Nu’man pimpinan organisasi Sosialis Yaman berkata,” Kami selalu menjaga agar masyarakat tidak melakukan perubahan di Yaman. Segala oraganisasi di Yaman harus berhenti membuat pergerakan perubahan di Yaman.”
Pada kesempatan itu Presiden Yaman melakukan pertemuan dengan pimpinan-pimpinan Kabilah yang berada di sekitar kota San’a. Para pengamat memperkirakan pertemuan tersebut sebagai upaya untuk mencegah perkembangan Demonstrasi agar tidak lebih meluas lagi.(*)