Menurut Kantor Berita ABNA, Doktor Kamal Halbawi anggota penting organisasi Ikhwanul Muslimin memvonis adanya hubungan Raja Malik Abdullah dengan Amerika Serikat karena mereka menjadi pelindung Husni Mubarak.
Dia pada saat wawancara secara langsung dengan televisi Al-Alam berkata,” Amerika untuk melawan Revolusi di Mesir tidak butuh nasihat Raja Malik Abdullah. Orang-orang Amerika itu bebas, tidak butuh Demokrasi ataupun Islam dan dia hanya perlu meneruskan langkah mereka sendiri hukum yang diinginkan Hakim Arab jadi tidak ada gunanya nasihat diberikan.”
Halbawi terkait sosok pembesar Arab Saudi berkata,” Malik Abdullah dan para Mufti Arab Saudi bukanlah orang ahlu sunah, karena jika mereka orang suni mereka harus menjalankan ajaran Quran dan juga sunah Nabi-Nya maupun sahabat Nabi as, dikatakan dalam Qur’an “Berperanglah dengan Fahsya dan Munkar” tapi pada kenyataannya Malik Abdullah dan para Mufti Arab Saudi malah bergandeng tangan melindungi Husni Mubarak, mereka malah mendukung tidakan Fahsya dan Munkar.
Pembicara Ikhwanul Muslimin pada saat bertemu dengan pimpinan Hizbullah Libanon berterimakasih dan berkata,” Kami mengucapkan terimakasih pada Sayid Hasan Nasrullah, dia telah menjadi pendukung Revolusi Mesir dan dengan dukungan beliau beberapa Negara juga ikut melakukan Revolusi.”
Dia yang beberapa hari yang lalu diwawancarai BBC terkait Iran dan Rahbar Sayyid Ali Khamenei juga menyampaikan rasa terimakasihnya dan kembali dia mengulangi kata-kata ini,” Kami merasa bangga terhadap Negara Iran, kami merasa bangga dengan Negara-negara yang berdiri dihadapan Barat, kami bangga dengan Negara yang masyarakatnya pemberani, kami merasa bangga pada suatu negara Islam yang mencapai kemajuan keilmuan dan tekhnologi.”
Salah satu pimpinan penting organisasi di Negara Mesir ini terkait para pendukung Mubarak yang dipengaruhi oleh kekuatan angkatan bersenjata asing ikut melakukan pergerakan berkata,” Tidak ada Negara Asing yang turut campur dalam Revolusi dalam Negeri kami dan jika ada pihak Asing yang turut campur dalam urusan Negara kami itu adalah Israel, mereka telah meletupkan jaringan pipa gas agar para revolusioner dijadikan pihak tertuduh.”
Terkait kemunduran Husni Mubarak dia menyampaikan,” Amerika hanya ada dua pilihan, pertama Husni Mubarak secepatnya pergi dari Mesir, atau dia tetap dalam kekuasaannya. Obama dan Clinton adalah pemilih jalan pertama dan Duta Besar Amerika memilih yang kedua. Menurut saya Mubarak harus pergi ke Israel karena seumur-umur sudah menjadi pengabdi mereka dan sekarang ini jalan terbaik baginya adalah pergi ketempat Zionis tersebut.” (*)