Menurut Kantor Berita ABNA, akibat tiga ledakan bom di kawasan antara Najaf, Karbala dan Baghdad, sampai saat ini telah merenggut nyawa setidaknya sampai 50 orang. Pihak keamanan Irak secara resmi mengumumkan sekitar 150 orang terluka akibat ledakan bom tersebut.
Muhammad al Musawi, ketua Majelis kota Karbala berkata, "Ketiga ledakan bom tersebut terjadi di kawasan masuk menuju kota Karbala, dari arah utara di kota Baghdad dan dari arah selatan di kota Najaf dengan sasaran para peziarah yang berjalan kaki ke Karbala." Beliau mengumumkan sampai saat ini data yang lebih detail mengenai para korban belum bisa diidentifikasi dengan jelas.
Disampaikan bahwa ribuan pecinta Al Husain dari berbagai kota di Irak dengan berjalan kaki menuju kota Karbala untuk mengenang kesyahidan Imam Husain as. Ribuan peziarah tersebut mengadakan acara duka di sisi Haram Imam Husain as di kota Karbala. Pihak keamanan kota Karbala mengumumkan bahwa untuk mengamankan penyelenggaraan peringatan duka tersebut telah disiapkan lebih dari 32 ribu personil keamanan. Beliau menyatakan, "Secara resmi, kami umumkan bahwa selama 5 hari sampai peringatan Arbain, segala kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah negeri diliburkan, agar warga bisa lebih berkosentrasi terhadap penyelenggaraan Arbain tersebut."
Namun bagaimanapun ketatnya pengamanan, untuk kawasan yang diluar jangkauan pengamanan pihak Teroris masih dapat dengan mudah melakukan aksi biadabnya, dan sebagaimana tahun-tahun kemarin, bom yang mereka ledakkan mampu merenggut ratusan jiwa peziarah.