12 Oktober 2026 - 23:44
Anggota Parlemen Hizbullah: Perlawanan Tetap Bertahan dan Kuat

Hassan Ezzedine, anggota parlemen Lebanon dari Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan yang berafiliasi dengan Hizbullah, menegaskan bahwa gerakan perlawanan masih tetap bertahan dan memiliki kekuatan untuk melanjutkan perjuangannya. Ia menyatakan bahwa perlawanan akan terus membela masyarakat hingga ancaman terhadap keberadaan Lebanon dan Palestina dapat diatasi.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Hassan Ezzedine menerima kunjungan delegasi Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) yang dipimpin oleh Youssef Ahmad, penanggung jawab organisasi tersebut di Lebanon, di kantornya di Kota Tyre, Lebanon selatan.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Abd Kanaan, penanggung jawab DFLP di wilayah Tyre, sejumlah anggota pimpinan organisasi tersebut, serta Haji Khalil Hussein, penanggung jawab urusan partai dan kamp pengungsi di kawasan Jabal Amel I.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan politik dan militer terkini serta kondisi masyarakat di Lebanon, Palestina, dan kamp-kamp pengungsi.

Ezzedine menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana bersahabat dan positif. Ia mengatakan bahwa pembahasan mencakup situasi di wilayah Palestina yang diduduki, dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan yang dicapai di Gaza, serta tindakan Israel di Tepi Barat.

Hizbullah Menilai Tindakan Israel Mengancam Kedaulatan Lebanon

Menyoroti situasi di Lebanon, Ezzedine mengecam berbagai tindakan Israel, termasuk pembunuhan, penghancuran infrastruktur, dan perusakan desa-desa yang menurutnya dilakukan dalam konteks pendudukan.

Ia menilai tindakan-tindakan tersebut sebagai bagian dari agenda ekspansionis Israel yang bertujuan memperluas penguasaan wilayah Lebanon.

Menurutnya, kebijakan itu bukan hanya mengancam keamanan masyarakat, tetapi juga dapat membahayakan keberadaan dan keberlangsungan negara Lebanon. Ezzedine menegaskan bahwa perlawanan tetap diperlukan untuk mempertahankan wilayah, kedaulatan, dan keselamatan rakyat Lebanon maupun Palestina.

“Perlawanan merupakan satu-satunya pilihan yang dapat diandalkan rakyat Palestina dan Lebanon untuk membela tanah air, kedaulatan, dan masyarakat mereka,” ujarnya.

Kritik terhadap Perundingan Langsung dengan Israel

Ezzedine juga mengkritik pendekatan diplomatik pemerintah Lebanon yang mengandalkan perundingan langsung dengan Israel. Menurutnya, Israel tidak menunjukkan kesediaan untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan negosiasi.

Ia mengatakan bahwa perundingan langsung yang ditempuh para pejabat politik Lebanon selama beberapa bulan setelah penandatanganan kesepakatan kerangka belum menghasilkan kemajuan nyata.

Menurut Ezzedine, proses tersebut tidak berhasil mewujudkan gencatan senjata maupun menghentikan serangan Israel. Karena itu, ia meminta para pejabat Lebanon mengevaluasi kembali sikap dan kebijakan politik mereka.

Ia menilai pendekatan yang diterapkan saat ini belum mampu menjamin kepentingan nasional dan mempertahankan kedaulatan Lebanon.

Perlawanan Akan Berlanjut Selama Ancaman Masih Ada

Pada akhir pernyataannya, Ezzedine kembali menegaskan bahwa gerakan perlawanan masih memiliki kemampuan untuk bertahan dan melanjutkan aktivitasnya. Ia menyatakan bahwa perjuangan tersebut akan terus berlangsung selama ancaman terhadap keberadaan Lebanon dan Palestina belum berakhir.

“Perlawanan tetap ada, terus berlanjut, dan tetap kuat. Kami akan terus membela rakyat hingga ancaman yang membahayakan keberadaan Lebanon dan Palestina dapat disingkirkan,” tegasnya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha