Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Hamid Jalala, tokoh senior Syiah Tanzania, dalam khutbah salat Jumat kemarin di Masjid Ghadir yang terletak di kawasan “Kigogo Post”, kota Dar es Salaam, mengangkat tema “Pelajaran Apa yang Kita Ambil dari Prosesi Pemakaman Megah Imam Syahid Ayatullah Khamenei r.a.?” Dalam khutbah itu, ia menjelaskan berbagai dimensi kepribadian dan warisan Pemimpin Syahid tersebut.
Pada awal khutbahnya, ia membacakan ayat mulia: ﴿وَتَوَکَّلْ عَلَی الْحَیِّ الَّذِی لَا یَمُوتُ﴾ — “Bertawakallah kepada Yang Mahahidup, yang tidak akan mati.” Dengan merujuk pada kedudukan tinggi Pemimpin Syahid, ia mengatakan: Imam Syahid memiliki dua kedudukan penting yang menjadikannya sosok berpengaruh di dunia Islam. Di satu sisi, beliau adalah Pemimpin Republik Islam Iran, dan di sisi lain, beliau memikul kepemimpinan atas bagian besar kaum Muslimin dunia, khususnya para pengikut mazhab Ahlulbait a.s.
Dalam menjelaskan pelajaran pertama dari epos besar ini, ia berkata: Tawakal kepada Allah Swt. adalah pelajaran terbesar yang dapat dipetik dari kehidupan dan prosesi pemakaman Imam Syahid. Beliau tidak pernah menggantungkan harapan pada kekuatan militer, kekayaan, atau dukungan kekuatan-kekuatan besar dunia. Dalam seluruh tahap kehidupan dan pengambilan keputusannya, beliau hanya bertawakal kepada Allah Swt. Semangat tawakal inilah yang membuat beliau tetap kokoh dan teguh dalam menghadapi berbagai ancaman, sanksi, dan tekanan selama puluhan tahun kepemimpinannya.
Pemimpin komunitas Syiah Tanzania itu, dalam menjelaskan pelajaran kedua, menambahkan: Pengabdian kepada rakyat adalah salah satu ciri menonjol lain dalam kehidupan Imam Syahid. Ia menjelaskan bahwa Pemimpin Syahid tersebut menempatkan seluruh kapasitas kepemimpinannya untuk melayani rakyat Iran dan umat Islam, serta selalu mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Kehadiran jutaan orang dalam prosesi pemakaman Imam Syahid menjadi bukti jelas bahwa pengabdian yang tulus kepada rakyat akan melahirkan cinta dan penghormatan yang abadi dari mereka.
Selanjutnya, ia menyebut toleransi, kesabaran, dan hidup berdampingan dalam persatuan sebagai pelajaran ketiga dari epos bersejarah ini. Ia menyatakan: Meskipun Imam Syahid adalah pengikut mazhab Syiah, beliau tidak pernah membangun permusuhan dengan kaum Muslimin lain. Sebaliknya, beliau bertindak berdasarkan ajaran Nabi Muhammad saw. yang menekankan kasih sayang, kesabaran, dan saling menghormati. Kehadiran luas kaum Muslimin dari berbagai mazhab dalam prosesi pemakaman beliau menunjukkan bahwa akhlak yang baik, penghormatan kepada orang lain, dan sikap pemersatu dapat menghimpun umat Islam melampaui batas-batas mazhab.
Syekh Hamid Jalala juga menegaskan bahwa prosesi pemakaman megah Imam Syahid secara nyata memperlihatkan pentingnya persatuan nasional. Meskipun terdapat perbedaan pandangan politik, pemikiran, dan sosial dalam masyarakat Iran, rakyat mengesampingkan semua perbedaan itu dan bersatu untuk memuliakan pemimpin mereka. Solidaritas ini menunjukkan bahwa dalam persoalan yang menyangkut nasib negara, persatuan dan cinta tanah air harus mengalahkan perbedaan.
Ia kemudian menyinggung pentingnya perdamaian dan keteguhan dalam mendampingi bangsa-bangsa tertindas. Ia berkata: Imam Syahid termasuk pemimpin yang pada masa serangan kelompok-kelompok teroris berdiri bahu-membahu bersama bangsa Irak dan mendukung mereka. Kehadiran jutaan rakyat Irak dalam prosesi pemakaman jenazah suci Imam Syahid merupakan wujud penghargaan dan kesetiaan mereka terhadap dukungan tulus serta peran penting beliau di sisi bangsa Irak pada hari-hari sulit.
Pada akhir khutbahnya, tokoh senior Syiah Tanzania itu menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh wartawan dan insan media yang melakukan perjalanan ke Republik Islam Iran untuk meliput prosesi pemakaman Imam Syahid. Ia menyatakan: Upaya media mereka telah membuka jalan bagi kaum Muslimin dan opini publik untuk memahami secara benar berbagai dimensi peristiwa besar dan bersejarah ini. Ia juga meminta mereka agar, dengan menjaga komitmen, amanah, profesionalitas, dan pencarian kebenaran, terus menjalankan misi penting penyampaian informasi kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Your Comment