13 Juli 2026 - 21:39
Gaung Luas Pesan Pemimpin Revolusi di Media Arab; Penekanan pada Penuntutan Darah Syuhada dan Kelanjutan Jalan Perlawanan

Media-media terkemuka kawasan dari Lebanon, Irak, Yaman, Palestina, Qatar, dan Arab Saudi memberikan liputan luas terhadap pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, yang disampaikan bertepatan dengan berakhirnya rangkaian prosesi pemakaman megah Pemimpin Syahid. Mereka menggambarkan pesan tersebut sebagai tanda dimulainya babak baru dalam kepemimpinan Revolusi Islam. Poros utama pemberitaan media-media itu meliputi penghormatan terhadap kehadiran bersejarah rakyat, keterkaitan Revolusi dengan kebangkitan Asyura, kelanjutan Front Perlawanan, serta penekanan pada penuntutan darah para syuhada dalam perang-perang terbaru.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, yang diterbitkan bertepatan dengan berakhirnya prosesi pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi di Iran dan Irak, mendapat perhatian luas dari media-media Arab.

Jaringan Lebanon seperti Al-Manar, Al-Mayadeen, dan situs berita Al-Ahed menerbitkan teks lengkap pesan tersebut. Mereka menyoroti bagian-bagian pesan ketika Pemimpin Revolusi Islam menyampaikan salam kepada Yang Mulia Aba Abdillah al-Husain a.s., memperkenalkan kebangkitan Asyura sebagai sumber kehidupan umat Islam dan Revolusi Islam Iran, serta menegaskan bahwa Revolusi Islam sejak awal merupakan revolusi Husaini yang dibentuk berdasarkan slogan dan ajaran mazhab Imam Husain a.s.

Menurut laporan media-media tersebut, Pemimpin Revolusi Islam dalam pesan ini menegaskan bahwa setiap kali darah para pejuang jalan Imam Husain a.s. tertumpah secara mazlum, umat Islam akan bangkit; waktu dan tempat pun terhubung dengan Asyura dan Karbala. Apa yang terjadi hari ini di Iran dan Irak merupakan penjelmaan kembali epos Husaini yang sama, yang memberi kehidupan baru kepada bangsa dan menampilkan kembali madrasah Imam Khomeini r.a. serta Pemimpin Syahid Revolusi dalam wujud baru di hadapan dunia.

Media-media Lebanon juga menekankan bagian pesan yang menggambarkan kehadiran puluhan juta rakyat di kota-kota Iran dan Irak, khususnya Teheran, Qom, Masyhad, Najaf, dan Karbala, sebagai kehadiran yang “bersejarah, mematahkan musuh, dan tak tertandingi”. Kehadiran ini disebut sebagai kelanjutan seruan kemazluman Imam Husain a.s. dan jawaban atas panggilan “Hal min nashirin yanshuruni” — adakah penolong yang akan menolongku?

Jaringan Yaman; Penekanan pada Dimensi Kerakyatan

Jaringan Yaman Al-Masirah dan kantor berita resmi Saba juga menonjolkan dimensi kerakyatan pesan tersebut. Mereka menulis bahwa Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei menggambarkan kehadiran bersejarah rakyat dalam prosesi pemakaman sebagai simbol solidaritas umat Islam dan tanda gagalnya seluruh perhitungan musuh. Ia menegaskan bahwa kehadiran ini memperlihatkan tingkat komitmen bangsa Iran dan bangsa-bangsa kawasan terhadap cita-cita Revolusi Islam.

Media-media ini juga merujuk pada bagian pesan yang menyatakan bahwa Pemimpin Revolusi Islam memandang Revolusi Iran sebagai kelanjutan alami dari bi’tsah Nabi dan kebangkitan Asyura. Pemimpin Syahid Revolusi pun diperkenalkan sebagai sosok yang menjalani seluruh jalan hidupnya dalam kerangka madrasah tersebut.

Jaringan Irak Al-Ahed; Fokus pada Penuntutan Darah Syuhada

Jaringan Irak Al-Ahed dalam liputannya lebih banyak menyoroti bagian pesan yang berkaitan dengan penuntutan darah para syuhada dalam perang-perang terbaru. Mengutip Pemimpin Revolusi Islam, jaringan ini menulis: “Kami akan menuntut darah Imam Syahid dan seluruh syuhada dari dua perang terakhir dari para pembunuh kriminal.”

Jaringan tersebut juga menerbitkan bagian lain dari pesan yang menyebutkan bahwa penuntutan darah adalah tuntutan bangsa dan tuntutan ini pasti akan terwujud. Al-Ahed juga menyoroti kalimat lain dalam pesan tersebut, bahwa seluruh pelaku kejahatan ini, yang nama-nama mereka telah diketahui, suatu hari akan berharap seandainya mereka mati secara alami di atas tempat tidur mereka, tetapi nasib seperti itu tidak akan menanti mereka.

Surat Kabar Irak; Apresiasi atas Partisipasi Rakyat

Surat kabar Irak Al-Sabah, sambil menerbitkan bagian-bagian pesan tersebut, menekankan apresiasi Pemimpin Revolusi Islam kepada puluhan juta rakyat Iran dan Irak yang hadir dalam prosesi pemakaman. Surat kabar itu menulis bahwa beliau menyampaikan penghargaan kepada bangsa Irak atas partisipasi luas mereka dalam acara tersebut dan menjanjikan penuntutan darah Pemimpin Syahid Revolusi serta syuhada lain dari perang-perang terbaru.

Gaung di Media Palestina, Qatar, dan Arab Saudi

Surat kabar Al-Quds al-Arabi, dengan judul “Mojtaba Khamenei Berkomitmen Menuntut Darah Ayahnya”, melaporkan bahwa Pemimpin Revolusi Islam dalam pesan pertamanya setelah berakhirnya rangkaian prosesi pemakaman menyebut penuntutan darah Pemimpin Syahid Revolusi sebagai tuntutan umat Islam, dan menegaskan bahwa tuntutan ini pasti akan terlaksana.

Jaringan Al Jazeera juga menerbitkan beberapa bagian pesan tersebut sebagai berita cepat. Mengutip Pemimpin Revolusi Islam, Al Jazeera menulis bahwa para pelaku teror terhadap Pemimpin Syahid Revolusi dan syuhada lain dalam perang-perang terbaru tanpa keraguan akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka, dan orang-orang merdeka di dunia akan segera mengambil bagian masing-masing dalam misi penuntutan darah para syuhada ini.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar juga menerbitkan laporan berjudul “Khamenei Menegaskan Penjagaan atas Jalan Ayahnya dan Penuntutan Darahnya”. Surat kabar itu menulis bahwa Pemimpin Revolusi Islam, seraya mengapresiasi kehadiran luas rakyat Iran dan Irak, memperbarui janji dengan Pemimpin Syahid Revolusi untuk melanjutkan jalan beliau dengan keteguhan, tidak takut menghadapi kesulitan jalan ini, dan mengikat hati kepada janji-janji Ilahi sebagaimana yang dilakukan beliau.

Surat kabar tersebut juga menyinggung bagian pesan yang menegaskan bahwa penuntutan darah Pemimpin Syahid Revolusi dan seluruh syuhada dari dua perang terbaru bukan hanya tanggung jawab pribadi beliau, melainkan sebuah misi yang bahkan jika para pejabat saat ini tidak ada pun akan tetap diteruskan oleh orang-orang merdeka di dunia.

Surat kabar Asharq Al-Awsat menjadikan kalimat “penuntutan darah ayahku adalah tuntutan bangsa dan harus terwujud” sebagai poros utama laporannya, dan menyebut bagian ini sebagai tema paling menonjol dari pesan tersebut.

Jaringan Qatar Al-Araby juga menayangkan kembali pesan tersebut dan menekankan komitmen Pemimpin Revolusi Islam untuk menuntut darah Pemimpin Syahid Revolusi serta syuhada lain dalam perang-perang terbaru. Jaringan ini menyebut isu tersebut sebagai bagian terpenting dari pesan.

Sementara itu, jaringan Saudi Al-Arabiya dan Al-Hadath juga meliput terbitnya pesan ini. Dalam laporan mereka, kedua jaringan tersebut berfokus pada komitmen Pemimpin Revolusi Islam untuk menuntut darah Pemimpin Syahid Revolusi.

Secara umum, pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran, di media-media Arab terutama mendapat perhatian melalui tiga poros utama: pertama, penggambaran kehadiran puluhan juta rakyat di Iran dan Irak sebagai peristiwa bersejarah yang mematahkan musuh; kedua, penegasan kelanjutan jalan Revolusi Islam dan Front Perlawanan dengan ilham dari kebangkitan Asyura; dan ketiga, pengumuman tekad untuk menuntut darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan syuhada lain dalam perang-perang terbaru, serta melanjutkan jalan ini hingga terwujud sepenuhnya.

Secara keseluruhan, pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran, di media-media Arab terutama dipantulkan melalui tiga poros utama:

  1. Penghormatan terhadap kehadiran bersejarah rakyat: penggambaran kehadiran puluhan juta rakyat di Iran dan Irak sebagai peristiwa bersejarah, mematahkan musuh, dan tak tertandingi.

  2. Keterkaitan dengan Asyura dan kelanjutan Revolusi: penekanan pada kelanjutan jalan Revolusi Islam dan Front Perlawanan dengan ilham dari kebangkitan Asyura.

  3. Penuntutan darah syuhada: pengumuman tekad untuk menuntut darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan syuhada lain dalam perang-perang terbaru, serta melanjutkan jalan ini hingga terwujud sepenuhnya.

Perlu disebutkan bahwa media-media kawasan menggambarkan pesan ini sebagai tanda dimulainya babak baru dalam kepemimpinan Revolusi Islam. Mereka juga memberikan penekanan khusus pada peran sentral penuntutan darah syuhada dan kelanjutan perlawanan pada tahap baru ini.

Your Comment

You are replying to: .
captcha