Menurut Kantor Berita Internasional Ahl-ul-Bayt (ABNA) – Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Internasional, dalam menanggapi serangan AS terhadap target-target di selatan Iran, menulis dalam pesannya di media sosial: "Tindakan AS dalam mencabut pengecualian sanksi penjualan minyak Iran merupakan pelanggaran berat terhadap butir 10, dan operasi militer selanjutnya negara ini terhadap Iran juga merupakan pelanggaran serius terhadap butir 1 dan 2 Nota Kesepahaman Islamabad."
Gharibabadi menambahkan: "AS dalam 3 minggu terakhir juga melalui tindakan rezim Zionis di Lebanon dan pernyataan ancaman terhadap Iran, telah berulang kali melanggar butir 1 dan 2 Nota Kesepahaman tersebut."
Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Internasional menegaskan: "Iran, seraya memberikan peringatan serius tentang konsekuensi pengingkaran janji AS, akan mengambil langkah-langkah tegas dalam melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya."
Your Comment