7 Juli 2026 - 19:21
Source: ABNA
Pemakaman pemimpin syahid di Irak memperkuat ikatan strategis antara bangsa Iran dan Irak

Komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi, dengan merujuk pada perencanaan luas pemerintah dan rakyat Irak untuk pemakaman jenazah suci pemimpin syahid Revolusi Islam, menggambarkan partisipasi yang belum pernah terjadi ini sebagai tanda mendalamnya ikatan spiritual kedua bangsa dan faktor penguatan front bersama melawan fitnah-fitnah Amerika.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Ahlul Bait (ABNA), Jenderal Ismail Qaani, Komandan Pasukan Quds, dalam sebuah pesan menyatakan bahwa pemakaman megah jenazah pemimpin syahid Revolusi Islam di Irak adalah simbol persatuan dua bangsa Iran dan Irak serta faktor penguatan front perlawanan melawan fitnah-fitnah Amerika.

Teks lengkap pesan Jenderal Qaani adalah sebagai berikut:

"Tuntutan untuk pemakaman pemimpin syahid Revolusi Islam dan perencanaan luas untuk peristiwa bersejarah ini oleh pemerintah dan rakyat Irak menunjukkan kepada seluruh dunia kedalaman ikatan spiritual antara dua bangsa besar Irak dan Iran. Dukungan almarhum Pemimpin Agung kepada rakyat besar Irak dan munculnya otoritas keagamaan yang terhormat ke medan menyebabkan syahid Soleimani bertempur di samping pemuda-pemuda Irak yang berkorban melawan ISIS dan Amerika yang agresor, sampai penjahat Trump menjadikan pahlawan dua bangsa itu bersama dengan komandan tertinggi Pasukan Mobilisasi Rakyat (Al-Hashd al-Shaabi), Abu Mahdi al-Muhandis, sebagai syahid. Pemakaman yang belum pernah terjadi atas jenazah suci Imam syahid kita di Irak, seperti halnya pemakaman agung para syahid Soleimani dan Abu Mahdi, akan membuat kepalan tangan kedua bangsa yang tergenggam melawan fitnah-fitnah Amerika semakin kokoh dan garis merah penuntutan darah semakin terang."

Your Comment

You are replying to: .
captcha