7 Juli 2026 - 19:19
Source: ABNA
Kesyahidan pemimpin revolusi memperluas front perlawanan dan menjadikan Iran lebih berwibawa di kancah regional dan global

Seorang ahli masalah politik, dengan menekankan posisi tak tergantikan pemimpin syahid Revolusi Islam di dunia Islam, menyatakan: Kepemimpinan bijaksana beliau selama 37 tahun membawa Revolusi Islam melewati ancaman-ancaman terberat, dan kesyahidan beliau tidak hanya tidak melemahkan Republik Islam, tetapi justru memperkuat persatuan internal, kohesi dunia Islam, dan perluasan front perlawanan lebih dari sebelumnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Ahlul Bait (ABNA), Hassan Hanizadeh, ahli masalah politik, dalam wawancara dengan koresponden ABNA, menggambarkan pemimpin syahid Revolusi Islam sebagai salah satu tokoh paling luar biasa di dunia Islam dalam satu abad terakhir setelah Imam Khomeini (semoga Allah meridhainya) dan mengatakan: Beliau memainkan peran tak tergantikan di bidang internal, regional, dan internasional.

Dengan merujuk pada pengetahuan luas, penguasaan politik, sosial, media, dan internasional pemimpin syahid, beliau menyatakan: Penguasaan beliau atas berbagai aspek masalah internal dan global menjadikannya tokoh yang istimewa dan bersejarah. Selama 37 tahun kepemimpinan, Republik Islam Iran memasuki masa-masa sejarah yang paling sensitif dan berbahaya, tetapi kebijaksanaan, kecerdasan, dan pengetahuan akurat beliau tentang ancaman-ancaman yang dihadapi Revolusi Islam dan dunia Islam, menjaga revolusi dan melindungi Iran.

Hanizadeh menyebut salah satu ciri paling menonjol dari pemimpin syahid adalah pandangan lintas-mazhab dan pemersatu beliau dan menambahkan: Beliau selalu menghindari pendekatan kesukuan, berupaya menciptakan persatuan luas di antara bangsa-bangsa Islam dan membentuk front komprehensif melawan rezim Zionis dan kekuatan-kekuatan imperialis.

Beliau melanjutkan: Pandangan dunia yang luas, perspektif kemanusiaan, moral, dan Islam, serta pengenalan musuh yang akurat oleh pemimpin syahid, menyebabkan kekuatan-kekuatan imperialis memiliki kebencian mendalam terhadap beliau dan mengira bahwa dengan membunuh beliau mereka dapat menimbulkan keraguan dalam masyarakat Islam dan bangsa Iran serta menyiapkan landasan bagi jatuhnya Republik Islam; tetapi perhitungan ini sepenuhnya keliru.

Ahli politik ini menegaskan: Kesyahidan pemimpin syahid tidak hanya tidak melemahkan Republik Islam, tetapi memperkuat persatuan internal dan kohesi dunia Islam. Kehadiran tokoh-tokoh dari lebih dari seratus negara dan partisipasi lebih dari 20 juta orang dalam upacara pemakaman, itu pun di tengah ancaman keamanan dan situasi khusus kawasan, menunjukkan kedudukan tinggi beliau di antara bangsa Iran dan dunia Islam.

Beliau menambahkan: Kehadiran massal ini menunjukkan bahwa kesyahidan pemimpin syahid telah menciptakan front yang lebih luas melawan imperialisme global, dan kepemimpinan beliau selama 37 tahun adalah kepemimpinan yang tepat, terencana, dan berwawasan ke depan. Karena itu, kesyahidan beliau meningkatkan martabat bangsa Iran dan memperkuat posisi regional dan internasional Republik Islam serta menjadikan upacara pemakaman ini sebagai peristiwa bersejarah dan tak tertandingi di dunia.

Hanizadeh, merujuk pada peran pemimpin syahid dalam pembentukan poros perlawanan, mengatakan: Sejak masa muda beliau memulai perjuangannya bukan untuk meraih kekuasaan, tetapi untuk mengorganisir front luas melawan imperialisme, dan dengan pemahaman mendalam tentang bahaya perluasan Zionisme, beliau menerima poros perlawanan sebagai model utama menghadapi front kebatilan.

Beliau menambahkan: Baik selama masa kepresidenan maupun selama masa kepemimpinan, beliau selalu menekankan perlunya front persatuan di antara semua aliran perjuangan, bahkan gerakan-gerakan pembebasan dunia. Meskipun ada sanksi dan tekanan berat, beliau selalu bersikukuh pada persatuan umat Islam dan penguatan perlawanan.

Analis politik ini mencatat: Penekanan pemimpin syahid pada penguatan front perlawanan menyebabkan poros ini semakin meluas, dan dampaknya jelas terlihat dalam ketidakstabilan internal rezim Zionis. Bagian penting dari pencapaian ini adalah hasil dari pendekatan strategis dan perjuangan beliau dalam mendukung perlawanan.

Di bagian lain ucapannya, beliau menyebut «jihad penjelasan» sebagai salah satu kata kunci terpenting pemimpin syahid dan menyatakan: Menghindari perbedaan mazhab dan melawan perang media musuh adalah salah satu keprihatinan terpenting beliau. Pemahaman mendalam pemimpin syahid tentang media dan operasi psikologis kekuatan imperialis mendorongnya untuk mengangkat jihad penjelasan sebagai strategi mendasar di tingkat dunia Islam.

Hanizadeh menambahkan: Beliau menganggap jihad penjelasan sebagai bagian dari jihad menyeluruh umat Islam dan menekankan perlunya menjelaskan kebenaran, mengungkap tujuan Amerika dan rezim Zionis, serta melawan proyek pemecah-belah di antara umat Islam. Strategi ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran bangsa-bangsa Islam terhadap perkembangan regional dan global.

Mengenai masa depan strategi ini, beliau juga mengatakan: Berdasarkan laporan yang ada, rezim Zionis saat ini memiliki lebih dari seribu media visual, audio, dan cetak di seluruh dunia yang, dengan menghabiskan miliaran dolar, beroperasi secara terkoordinasi melawan Iran dan dunia Islam, dan tujuan utama mereka adalah menciptakan celah di antara bangsa-bangsa Muslim.

Ahli politik ini di akhir menekankan: Dalam kondisi seperti itu, jihad penjelasan adalah strategi yang sepenuhnya bersifat perjuangan di medan perang lunak. Pemimpin syahid selalu menekankan pengenalan musuh, peningkatan kesadaran, dan penjelasan kebenaran, dan percaya bahwa strategi ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan demi keuntungan bangsa-bangsa Islam dan menetralisir konspirasi media musuh.

Your Comment

You are replying to: .
captcha