Menurut laporan kantor berita Abna, serangan drone tentara rezim Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa sore menyebabkan setidaknya tiga warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, gugur sebagai syahid dan 19 lainnya terluka.
Sumber medis dan saksi mata melaporkan bahwa serangan drone rezim Zionis di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, mengakibatkan tiga syahid dan 17 luka-luka.
Juga di utara Jalur Gaza, dua warga Palestina terluka parah dalam dua serangan drone terpisah yang menargetkan rumah-rumah tinggal di wilayah Al-Falouja di kamp Jabalia dan di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza.
Para saksi menekankan bahwa serangan ini menargetkan wilayah-wilayah di luar zona penempatan pasukan rezim Zionis dan termasuk dalam perjanjian gencatan senjata.
Dalam serangan lain, tim penyelamat mengeluarkan jenazah seorang warga Palestina yang gugur dalam serangan udara sebelumnya oleh rezim Zionis di dekat Lapangan Kuwait di lingkungan Az-Zeitoun di Kota Gaza, dari bawah reruntuhan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa akibat pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata oleh rezim Zionis, sejauh ini 1.053 warga Palestina telah gugur sebagai syahid dan 3.406 lainnya terluka.
Sementara itu, gerakan perlawanan Islam Hamas, dengan menyambut baik penempatan pasukan internasional di Jalur Gaza, menyatakan harapannya bahwa langkah ini akan menjadi landasan untuk memisahkan warga sipil Palestina dari pasukan pendudukan dan mengakhiri agresi serta pelanggaran berulang oleh rezim Zionis.
Menurut laporan, kendaraan dan peralatan logistik pasukan stabilitas internasional telah memasuki Jalur Gaza dalam kerangka rencana gencatan senjata, dan gambar-gambar yang dipublikasikan menunjukkan masuknya peralatan ini ke wilayah tersebut.
Your Comment