Menurut kantor berita ABNA yang mengutip Russia Al-Youm, seorang penulis dan komentator politik di wilayah pendudukan, dalam serangan keras terhadap Benjamin Netanyahu, perdana menteri rezim Zionis, menyatakan bahwa ia telah memasuki «hari-hari politik terakhirnya» dan situasi ini bisa berbahaya bagi (rezim) Israel.
Menurut laporan surat kabar Haaretz, «Uri Misgav» dalam sebuah artikel berjudul «Netanyahu sudah selesai... dan itu berbahaya» menulis bahwa Netanyahu menghadapi krisis serius secara politik, hukum, dan dalam hal dukungan publik.
Menurut analis ini, proyek yang selama bertahun-tahun menjadi poros aktivitas politik Netanyahu, yaitu melawan apa yang disebut «ancaman Iran», kini menghadapi kegagalan geopolitik, dan hal ini semakin melemahkan posisi politiknya.
Misgav juga, dengan merujuk pada suasana kemarahan dan ketidakstabilan politik di Israel setelah perang dan peristiwa keamanan terkini, memperingatkan bahwa Netanyahu mungkin akan mengambil tindakan provokatif di kawasan untuk menghindari tekanan internal dan politik.
Ia menyebut kemungkinan eskalasi konflik di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Lebanon, atau bahkan perluasan ketegangan dengan Iran, sebagai salah satu skenario yang mungkin ditempuh untuk mengubah suasana politik internal rezim.
Analis Zionis ini juga mengkritik struktur pengambilan keputusan di rezim Israel dan mengklaim bahwa Netanyahu telah mengelilingi dirinya dengan sekelompok tokoh yang sepenuhnya setia kepadanya, dan suara para kritikus di lembaga resmi semakin jarang terdengar.
Di akhir artikel ini disebutkan bahwa perbedaan pendapat di kalangan politik dan media rezim Israel mengenai masa depan Netanyahu semakin meningkat, dan pada saat yang sama tuntutan untuk mengadakan pemilihan dini dan meminta pertanggungjawaban para pemimpin politik rezim ini atas konsekuensi krisis terkini semakin meluas.
Your Comment