Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Dalam wawancara dengan harian Yedioth Ahronoth, pejabat Israel itu menyebut kesepakatan tersebut sebagai “dokumen buruk dan merugikan kepentingan Israel”.
Ia juga mengeluhkan bahwa Tel Aviv tidak memiliki pengaruh nyata terhadap jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran.
Menurut pejabat tersebut, kesepakatan ini lebih bersifat simbolik dan terkait kepentingan politik domestik Amerika Serikat, bukan kesepakatan strategis yang benar-benar menjawab kekhawatiran keamanan Israel.
Ia menilai Washington ingin menciptakan suasana tenang menjelang sejumlah agenda besar di Amerika, termasuk Piala Dunia, peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, dan ulang tahun ke-80 Trump.
Karena itu, pejabat Israel tersebut menyebut kesepakatan dengan Iran sebagai kesepakatan yang tidak dapat diandalkan.
Israel Siapkan Perubahan Fase Militer di Lebanon
Bersamaan dengan perkembangan diplomatik itu, laporan media Israel menyebut militer Israel tengah bersiap mengubah pola operasinya di Lebanon.
Menurut lembaga penyiaran Israel Kan, para pejabat keamanan Tel Aviv berencana mengurangi serangan ke wilayah dalam Lebanon agar tidak menggagalkan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun sumber-sumber Israel menegaskan bahwa pengurangan serangan bukan berarti Israel akan menarik diri dari “zona keamanan” di Lebanon selatan.
Nasib akhir kehadiran militer Israel di kawasan tersebut disebut akan dibahas dalam perundingan langsung dengan pihak Lebanon yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Amerika Serikat.
Your Comment