18 Juni 2026 - 21:45
Perdana Menteri Pakistan: Nota Kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran Mulai Berlaku Setelah Ditandatangani

Perdana Menteri Pakistan menjelaskan bahwa Nota Kesepahaman Islamabad akan langsung berlaku setelah ditandatangani. Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat akan segera mencabut blokade maritim terhadap Iran.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, mengumumkan bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani, dan sebagai langkah awal implementasinya, Selat Hormuz akan dibuka kembali serta blokade laut terhadap Iran akan dihentikan.

Dalam unggahannya di platform X, Sharif menulis: "Dengan penuh kebanggaan saya mengumumkan bahwa hari ini 'Nota Kesepahaman Bersejarah Islamabad' telah ditandatangani secara elektronik antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran. Dokumen ini ditandatangani oleh para pemimpin kedua negara dan juga telah saya sahkan sebagai mediator. Penandatanganan kesepakatan ini pada tingkat tertinggi pemerintahan menunjukkan komitmen kedua pihak untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur diplomasi."

Ia melanjutkan: "Nota Kesepahaman Islamabad akan segera berlaku. Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, dan Amerika Serikat akan segera mengakhiri blokade maritim terhadap Iran."

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Pakistan, dengan dukungan Qatar sebagai mediator bersama, akan menyelenggarakan upacara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss untuk menandai peristiwa penting ini sekaligus memulai perundingan teknis lanjutan.

Sharif juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menurutnya telah menunjukkan komitmen kuat terhadap diplomasi dan penyelesaian damai sehingga membantu mengakhiri konflik yang berpotensi menimbulkan konsekuensi destruktif bagi kawasan dan dunia.

Ia juga mengapresiasi tim negosiator Amerika Serikat, termasuk:

  • James David Vance

  • Steven Witkoff

  • Jared Kushner

atas kontribusi mereka dalam tercapainya kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, Sharif menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada:

  • Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,

  • Presiden Masoud Pezeshkian,

atas kebijaksanaan, visi jauh ke depan, dan kecermatan politik mereka dalam menerima jalur perdamaian.

Ia juga memuji peran tim negosiator Iran yang terdiri dari:

  • Mohammad Bagher Ghalibaf,

  • Abbas Araghchi,

  • Eskandar Momeni,

yang menurutnya telah menunjukkan kesabaran, keteguhan, dan komitmen terhadap dialog konstruktif sehingga memungkinkan tercapainya kesepakatan tersebut.

Perdana Menteri Pakistan secara khusus juga mengapresiasi peran Qatar dalam proses mediasi, serta memuji kontribusi:

  • Kerajaan Arab Saudi,

  • Republik Turki,

  • Republik Arab Mesir,

dalam mendukung upaya diplomatik tersebut.

Mengenai peran Pakistan sendiri, Sharif secara khusus menyebut Field Marshal Asim Munir, yang menurutnya telah memainkan peran penting melalui upaya tanpa lelah, dedikasi tinggi, dan kontribusi efektif dalam memfasilitasi kemajuan diplomatik serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas kawasan.

Di akhir pernyataannya, Sharif menyatakan harapannya agar Nota Kesepahaman Islamabad dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi terbangunnya saling pengertian, penghormatan timbal balik, dan kesejahteraan bersama bagi seluruh kawasan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha