Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran terkait proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa informasi mengenai syarat-syarat Iran dalam nota kesepahaman yang beredar di media tidak sesuai dengan isi pembahasan yang sebenarnya di meja perundingan.
Trump menulis bahwa "syarat-syarat yang dibocorkan Iran kepada media palsu (fake news) sama sekali tidak ada hubungannya dengan syarat-syarat yang sebelumnya telah disepakati secara tertulis."
Ia juga menuduh pernyataan para pejabat Iran mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan tidak sesuai dengan kenyataan.
Dalam pernyataan yang dianggap menghina tim negosiator Iran, Trump mengatakan bahwa "tidak ada yang namanya negosiasi dengan itikad baik" dari pihak Iran.
Trump juga menyinggung dugaan serangan pesawat nirawak Iran terhadap kapal-kapal India yang sedang keluar dari Selat Hormuz dan menyebut tindakan tersebut "sepenuhnya tidak dapat diterima."
Ia kemudian memperingatkan Iran agar segera mengubah sikapnya.
Media Iran: Klaim Trump Bertentangan dengan Fakta Lapangan
Laporan ini juga menyoroti bahwa sejumlah media Iran sebelumnya memang mempublikasikan beberapa poin yang disebut sebagai isi rancangan kesepahaman Iran-AS. Namun hingga kini, rincian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh lembaga-lembaga terkait di Iran.
Sementara itu, tuduhan Trump mengenai serangan drone Iran terhadap kapal India muncul di tengah kontroversi lain. Menurut laporan tersebut, justru militer Amerika Serikat pada Selasa dan Rabu sebelumnya dituduh menyerang dua kapal dagang yang mengakibatkan sedikitnya tiga warga India tewas.
Insiden tersebut memicu protes keras dari pemerintah India, bahkan New Delhi dilaporkan memanggil kuasa usaha Amerika Serikat untuk meminta penjelasan resmi.
Your Comment