12 Juni 2026 - 22:46
Hassan Fadlallah: Iran Bersikeras Memasukkan Isu Lebanon dalam Setiap Kesepakatan dengan Washington

Anggota Parlemen Lebanon sekaligus anggota Fraksi Kesetiaan kepada Perlawanan, Hassan Fadlallah, menegaskan bahwa Iran menginginkan agar isu Lebanon menjadi bagian dari setiap kesepakatan yang mungkin tercapai dengan Amerika Serikat. Menurutnya, hasil dari kesepakatan semacam itu tidak dapat dihindari akan berdampak pada dinamika politik dalam negeri Lebanon.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Anggota Parlemen Lebanon sekaligus anggota Fraksi Kesetiaan kepada Perlawanan, Hassan Fadlallah, menegaskan bahwa Iran menginginkan agar isu Lebanon menjadi bagian dari setiap kesepakatan yang mungkin tercapai dengan Amerika Serikat. Menurutnya, hasil dari kesepakatan semacam itu tidak dapat dihindari akan berdampak pada dinamika politik dalam negeri Lebanon.

Fadlallah mengatakan bahwa jika kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat tercapai, dampaknya akan langsung dirasakan Lebanon, terlepas dari apakah pemerintah Lebanon menerimanya atau tidak. Ia menilai Amerika Serikat tidak akan menunggu keputusan para pejabat Lebanon karena kepentingan dan perhitungannya berada di tempat lain, sementara sebagian pihak dalam struktur kekuasaan Lebanon digunakan untuk mendorong agenda Washington.

Ia menambahkan bahwa pihaknya memiliki kepercayaan penuh kepada Republik Islam Iran, terutama setelah menyaksikan langsung peran Iran dalam menghadapi agresi rezim Zionis. Menurutnya, Iran bersikeras agar isu Lebanon turut diperhitungkan dalam setiap kesepakatan yang mungkin dicapai.

Fadlallah menjelaskan bahwa hal itu bukan berarti Iran ingin menggantikan peran negara Lebanon, melainkan mendorong pemerintah Lebanon agar memanfaatkan peluang yang muncul dari kesepakatan tersebut dan kemudian mengambil tanggung jawab penuh dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

Prioritas Utama adalah Menghadapi Agresi Israel

Fadlallah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghadapi agresi rezim Zionis. Namun, hal tersebut tidak berarti menutup pintu bagi solusi politik yang dapat dicapai melalui jalur perundingan tidak langsung dan proses diplomatik yang saat ini berkembang dalam pembicaraan di Islamabad.

Kritik terhadap Sejumlah Pejabat Lebanon

Dalam acara peringatan syahid Ali Mohammad Saad di kawasan Janah, Beirut, Fadlallah mengkritik sikap sebagian pejabat Lebanon yang menurutnya berupaya menghalangi negara itu memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan politik terbaru.

Ia menilai proses tersebut akan tetap berjalan, baik dengan maupun tanpa dukungan mereka. Karena itu, ia meminta para pejabat Lebanon untuk segera menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada agar tidak tertinggal dari perubahan yang sedang berlangsung.

Pemerintah Lebanon Dinilai Bernegosiasi tentang Hal yang Sulit Dijalankan

Fadlallah juga menyatakan bahwa pemerintah Lebanon saat ini bernegosiasi mengenai berbagai isu yang pada praktiknya tidak memiliki kemampuan untuk dilaksanakan.

Menurutnya, hasil apa pun yang dicapai tidak akan dapat diterapkan tanpa persetujuan kelompok perlawanan. Karena itu, Front Perlawanan dan sekutunya menolak setiap formula yang memberikan konsesi besar kepada Israel tanpa menawarkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi Lebanon.

Pertempuran Utama adalah Melawan Israel

Fadlallah menegaskan bahwa pertempuran utama Lebanon saat ini adalah menghadapi rezim Zionis. "Kami tidak ingin terlibat dalam konflik-konflik sampingan dan tidak ingin terseret ke dalam perselisihan internal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa siapa pun yang menganggap Israel sebagai musuh utama tidak perlu lagi mencari musuh baru di dalam negeri. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh menyeret Lebanon ke dalam konflik internal yang dapat menguntungkan pihak luar.

Lebanon Membutuhkan Negarawan yang Bertanggung Jawab

Dalam bagian lain pidatonya, Fadlallah menyatakan bahwa Lebanon saat ini membutuhkan para pemimpin yang mampu menjalankan konstitusi, Piagam Nasional, dan hukum negara secara adil demi kepentingan seluruh warga. Ia menyayangkan masih adanya sejumlah pejabat yang menurutnya tidak menunjukkan tingkat tanggung jawab nasional yang memadai.

Fadlallah menegaskan bahwa setiap sikap yang menguntungkan musuh bertentangan dengan konstitusi, Piagam Nasional, dan kepentingan Lebanon. Ia juga mengecam segala bentuk tindakan yang dianggap meremehkan pengorbanan dan perjuangan rakyat Lebanon.

Menutup pernyataannya, Fadlallah memperingatkan bahwa setiap sikap provokatif pada akhirnya tidak akan menguntungkan pihak yang melakukannya. Ia menegaskan bahwa meskipun fokus utama saat ini adalah menghadapi Israel, hal itu tidak berarti pihaknya akan membiarkan siapa pun merendahkan martabat, hak, dan posisi rakyat Lebanon.

Your Comment

You are replying to: .
captcha