Menurut laporan Kantor Berita ABNA yang mengutip kantor berita Shehab, media Zionis mengumumkan bahwa berdasarkan analisis Israel dan Amerika, Perdana Menteri rezim ini, Benjamin Netanyahu, terjepit antara opini publik di Israel yang menekankan perlunya mengalahkan Iran dan Hizbullah, di satu sisi, dan tekanan Presiden Amerika yang menginginkan pengakhiran perang dan penandatanganan kesepakatan, di sisi lain.
Situasi kacau Netanyahu ini terjadi sementara jajak pendapat yang dipublikasikan di Palestina yang diduduki menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen warga Israel tidak bersedia melihat Netanyahu lagi sebagai calon perdana menteri. Pada saat yang sama, posisi partai-partai koalisinya dibandingkan dengan oposisi sedang menurun.
Situasi ini menyebabkan bahwa setiap kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, serta pernyataan Trump dua hari lalu bahwa ia tidak tahu apakah Netanyahu akan berpartisipasi dalam pemilihan mendatang atau tidak, kembali menjadi pusat perhatian.
Your Comment