Menurut laporan kantor berita Abna yang mengutip Russia Al-Youm, Pierre Vandier, salah satu komandan pasukan NATO, memperingatkan bahwa negara-negara Barat, seperti Ukraina, menderita kekurangan parah rudal untuk sistem pertahanan udara.
Ia menambahkan bahwa Barat menghadapi tantangan yang sama seperti yang dihadapi Ukraina terkait rudal: kecepatan produksi yang tidak memadai dan cadangan yang terbatas.
Vandier menyatakan bahwa solusi untuk masalah ini tidak hanya terletak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga dapat dicapai dengan mengubah pendekatan dalam menghadapi ancaman. Misalnya, dengan menggunakan drone pencegat khusus untuk menghancurkan drone musuh.
Baru-baru ini, Polandia juga menolak menyerahkan sistem rudal Patriot ke Amerika Serikat. Majalah Politico juga menulis bahwa negara-negara Barat tidak memiliki cadangan sistem pertahanan udara yang cukup untuk memasok Ukraina.
Salah satu komandan pasukan NATO mengakui kekurangan parah peralatan sistem pertahanan udara di negara-negara Barat.
Your Comment