Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Donald Trump yang kini menjadi sasaran kritik opini publik dan kalangan politik Amerika karena memulai perang teroris yang mahal dan tanpa hasil melawan Iran, berupaya menepis spekulasi bahwa rezim teroris Israel telah menyeretnya ke perang yang berbiaya besar tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengklaim: “Israel sama sekali tidak pernah mendorong saya untuk berperang melawan Iran. Peristiwa 7 Oktober (serangan perlawanan Palestina terhadap Israel) justru memperkuat pandangan yang sudah lama saya pegang, bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”
Presiden pemerintahan teroris Amerika itu juga menyebut survei-survei yang beredar tentang dirinya di media sebagai palsu dan tidak memiliki kredibilitas.
Padahal, sejumlah tokoh dan mantan pejabat Amerika, termasuk Kamala Harris, wakil Presiden Joe Biden, secara terbuka menyatakan bahwa Trump diseret oleh Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu ke dalam perang melawan Iran.
Your Comment